|
Jakarta Utara
Pemulung Bantargebang Pindah ke Cilincing
06 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ratusan pemulung yang biasa melakukan aktivitasnya di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Bantargebang mulai membanjiri lokasi pembuangan sampah baru di Cilincing, Jakarta Utara. Perpindahan ini menyusul penutupan TPA Bantargebang oleh Pemprov DKI Jakarta Minggu (4/1).
Para pemulung ini datang ke Cilincing menggunakan truk secara bertahap. “Saya sudah sejak malam Minggu lalu pindah ke sini,” kata seorang pemulung asal TPA Bantargebang, Yanto, 20 tahun, kepada Tempo News Room Selasa (6/1).
Menurut Yanto, saat ini pemulung di TPA Bantargebang mulai membanjiri tempat sampah baru di Cilincing. “Di sana (Bantargebang), kami kesulitan mengais rezeki. Tidak lagi bisa bekerja. Akhirnya, kami pindah ke sini,” katanya.
Yanto mengaku pindah ke Cilincing bersama 20 orang temannya yang lain. Dia mengatakan ratusan kelompok pemulung Bantargebang lainnya juga sudah mulai berdatangan ke Cilincing secara bertahap. “Kami ke sini naik truk. Tiap orang harus bayar Rp 15 ribu,” kata lelaki asli Indramayu ini.
Yanto, yang mengaku hanya lulusan kelas 2 SD, mengatakan dirinya dan teman-temannya kesulitan mencari pekerjaan lain karena rata-rata pendidikan mereka rendah. Di Cilincing, mereka sudah membangun gubuk kecil di antara gundukan sampah sebagai tempat tinggal.
“Ibu saya tidak tahu saya di sini kerja seperti ini. Kalau tahu mungkin dia menangis,” ujar Yanto. Ia mengaku ingin kembali ke kampungnya di Indramayu, tapi belum jadi karena kesulitan untuk membayar ongkos pulang Rp 25 ribu. “Saya mau pulang kalau sudah ada ongkos. Di sini serba susah. Susah tidur, susah makan,” ujarnya menerawang.
Agus, 23 tahun, pemulung asal Bantargebang lainnya, mengungkapkan hal yang serupa. “Iya, saya juga ingin pulang kampung. Saya sudah lelah di sini,” katanya menimpali.
Sementara itu, Udin Mat, 40 tahun, yang mengaku memiliki sebagian lahan yang akan digunakan sebagai lokasi tempat sampah membenarkan banyaknya pemulung pindahan dari Bantargebang ke Cilincing. “Mereka mulai berdatangan sejak beberapa hari lalu,” katanya.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup TPA Bantargebang sejak Minggu sebagai protes terhadap Pemerintah Kota Bekasi yang belum memberikan jaminan keamanan secara tertulis.
Sebagai alternatif, Pemprov DKI mengusahakan tempat penampungan sampah sementara yang berada di atas lahan seluas empat hektare dengan lokasi di seberang Kali Rawa Malang, perbatasan antara Kelurahan Cilincing dan Kelurahan Semper Timur, Jakarta Utara. Tempat sampah ini mulai dioperasikan sejak 1 Januari lalu.
Putri Alfarini - Tempo News Room
|