Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bekasi

Pemkot Bekasi Tidak Peduli Pencemaran Sungai
06 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Bekasi: Seperti sudah menjadi rahasia umum, banyak sudah sungai di Kota dan Kabupaten Bekasi tercemar pembuangan sampah yang berasal dari perumahan, pabrik, dan pembangunan fisik yang mengabaikan lingkungan alam sekitar. Bukan jarang keluhan akan banjir, air tidak sehat dan sumber penyakit, itu datang. "Sungai bisa kembali mengalir sehat bila warga di dekat aliran sungai peduli terhadap lingkungan, sungai menjadi terpelihara, jadi bukan hanya sebagai tempat pembuangan sampah saja," kata Nurul Yakin, Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, di Bekasi, Selasa (06/01).

Nurul menyebut sungai Kalimalang, Bendungan hingga Cikeas, Bantargebang ke arah sungai di Bogor, sebagai sungai yang sudah tercemar. "Air sungai sudah tercemar limbah industri yang mengandung logam ataupun bahan ysng menggunakan campuran kimia," kata Nurul. Dirinya juga meyakinkan, kualitas sungai di Bekasi saat ini semakin menurun. Pembangunan yang dicanangkan pemerintah kota (Pemkot) Bekasi juga merupakan cerminan tidak terdidiknya masyarakat. "Contohnya pembangunan di Kemang Pratama," kata Nurul tanpa menjelaskan.

Hal senada disampaikan Duddy Setiabudhi, Kepala Sub Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi. Pemkot Bekasi dinilai tidak serius menangani perkara ketidak-disiplinan warga dalam membuang sampah, pabrik yang membuang limbah sembarangan dan penegak hukum. "Selama ini ada sanksi, tapi tidak pernah diterapkan," kata Duddy. Selain itu, pemerintah bisa saja memberikan kesadaran kepada warga dengan cara memberikan sarana dan prasarana yang mencukupi di sepanjang sungai, penyuluhan secara langsung kepada warga.

Siswanto - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Petani Udang Indramayu Gagal Panen
Pemerintah dan Beberapa Perusahaan Akan Digugat Warga Munjul
Lingkungan Rusak, Masyarakat Bisa Gugat Pemerintah
Marak, Penjarahan Timah di Perairan Ujung Kulon
Tempat Pembuangan Sampah Bekasi Rawan Limbah B3

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data