|
Jakarta
Setelah Menipu, Bos Perusahaan Jasa TKI Kabur
05 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta: Sebanyak 21 orang yang menjadi korban penipuan mendatangi kantor PT Suryamas Sukses Cemerlang di Wisma Bisnis Indonesia, Senin (5/1). Mereka mengaku sudah menyetor uang jutaan rupiah ke perusahaan jasa pengerah jasa tenaga kerja tersebut, untuk berangkat ke Brunei atau Malaysia.
Modus penipuan bervariasi, ada yang dibawa dengan kapal laut menuju Pontianak lalu ditinggal dalam kapal tersebut. Ada pula yang ditinggalkan di Bandar Udara Soekarno- Hatta. "Mereka disuruh menunggu di bandara sampai Very datang. Tapi yang ditunggu tidak kunjung datang," kata Fina Anggraeni, karyawan PT Suryamas kepada Tempo News Room. Menurutnya, setoran calon TKI bervariasi antara Rp 3 juta sampai Rp 9 juta, “tergantung negosiasi.”
Very Setiawan, pimpinan perusahaan tersebut juga dilaporkan ke polisi oleh karyawannya berkaitan dengan tindak penipuan. "Saya sudah curiga karena tiket keberangkatan dan cap pada visa untuk ke Brunei berbeda dengan yang pernah saya lihat milik teman saya. Di bawah cap seharusnya ada tulisan bahasa melayu, Daulat Rakyat," kata Ferdian Kusumo, kepada wartawan di kantor Polres Jakarta Barat.
Sebelumnya, identitas diri Very diragukan karyawannya. Sebab, dalam foto kopi KTP yang dimiliki tercatat nama Very adalah R. Nurudin Azhar, asal Cirebon dan beralamat di Kebun Pala, Halim Perdanakusumah. "Tapi dia ngakunya tinggal di Cikampek," ujar Ferdian.
Pada 23 Desember lalu, karyawan melaporkan kejanggalan Veri kepada Polres Jakarta Barat. “Namun polisi tidak bisa menindaklanjuti karena bukti-bukti yang diajukan masih mentah,” ujar Fina. Kini Very lari dan hanya meninggalkan uang sebesar Rp 29.800. “Itu juga sudah habis untuk nelponin calon TKI yang datang," kata Fina. Sebanyak 21 calon TKI akhirnya melaporkan kasus penipuan itu ke Polres Jakarta Barat. (Yophiandi—Tempo News Room)
|