Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Kota Bekasi Promosikan Investor Pengolah Sampah
05 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah Kota Bekasi berupaya meredam warga yang menghalang-halangi truk sampah ke Bantargebang. Caranya, pemerintah ini mempromosikan dua calon investor yang akan mengolah sampah di lokasi pembuangan Sumur Batu.

Kata dia, timbunan sampah bakal diolah menjadi pupuk kompos yang siap dipasarkan. Dana operasionalinya dijamin tidak memungut dari anggaran pemerintah. Dengan demikian, jika pemerintah DKI menutup lokasi sampah Bantargebang, Pemerintah Kota Bekasi sudah siap dengan lokasi pengganti.

Tak kurang dari seratus warga Kelurahan Ciketing Udik, Sumur Batu, Cikiwul Kecamatan Bantargebang, menyimak penjelasan di atas. Mereka yang sebelumnya bertindak liar memblokir lokasi sampah Bantargebang, Senin (5/01), menghadiri acara promosi perusahaan yang bakal mengolah sampah.

Perusahaan tersebut adalah PT Trimitra Buana dan PT Indonusa. Acara promosi
Dihadiri Wakil Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad, Ketua DPRD Bekasi Ismail Ibrahim, dan Camat Bantargebang Edy Rosadi.

Asril Asahari, pemilik PT Trimitra Buana, mengungkapkan, dalam proses pengolahan sampah mendatang pihaknya akan melibatkan warga. “Dari pencanangan sampai pengawasan dalam pelaksanaan pengolahan limbah,” kata Asril. Dia juga meyakinkan bahwa limbah yang dihasilkan tidak menimbulkan pencemaran.

Pada tahap awal, Asril mengaku akan lebih dulu mengolah sampah khusus di Sumur Batu. Dalam jangka waktu 1-2 bulan mendatang, pihaknya melakukan survei detail terhadap kondisi lapangan.

Sedang wakil dari PT Trimitra Buana Wasiman, mengaku telah siap untuk menjadi investor pengolah sampah Bekasi yang ditampung di Sumur Batu. Dengan bermodalkan pemanfaatan teknologi dari Amerika Serikat, dia berjanji pengolahan sampah kelak bisa memperbaiki lingkungan dan menciptakan lapangan kerja.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad mengatakan, dana yang digunakan untuk operasionali selama proses pengolahan ditanggung dua investor tersebut. Jadi, kata Mochtar, pemerintah tidak mengeluarkan anggaran. “Dana langsung dari dua investor yang menanamkan uangnya di tempat sampah kita,” ujar Mochtar.

Siswanto-Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Sutiyoso: Penutupan Bantargebang Sampai Ada Kesepakatan Baru
Warga Hentikan Pemblokiran TPA Bantargebang
Sutiyoso: Pemblokiran Bantar Gebang Ulah Provokator
Warga Jaga Pintu Masuk TPA Bantargebang
Bekasi Resmi Kelola TPA Bantargebang

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data