|
Jakarta
Lima Tewas dalam Kecelakaan Tol Cikampek
04 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta: Lima orang tewas dalam kecelakaan yang terjadi di Jalan Tol Cikampek, KM 47.600 lajur B, tepatnya 25 kilometer setelah memasuki gerbang tol Cikampek, Minggu (04/01) sekitar pukul 04.25 WIB. Kecelakaan terjadi antara bus PO Luragung bernomor polisi E 7588 YA dengan truk Fuso bernomor polisi B 9751 GI. Sekitar 11 luka berat dan 31 luka ringan dalam peristiwa ini.
Keterangan yang diperoleh dari petugas patroli Tol Unit Tol Cikampek, menyebutkan, kecelakaan di sekitar tempat peristirahatan tol Cikampek. Kecelakaan nahas itu terjadi karena pengemudi bus PO Luragung jurusan Pulogadung-Cirebon yang melaju dari arah gerbang tol CIkampek menuju Jakarta hendak mendahului kendaraan di depannya. Diduga, karena jaraknya terlalu dekat, kepala bus justru menyeruduk bagian pantat kendaraan truk.
Akibat bus menyodok bagian pantat truk di bagian kanan, sopir bus tidak dapat menyeimbangkan laju kendaraannya sehingga, kecelakaan maut tidak bisa dihindarkan. Diduga kuat, pengemudi bus langsung membanting setir. Namun, karena bus melaju dengan kecepatan tinggi, kendaraan bus langsung oleng ke sebelah kiri lajur jalan.
Akibat akibat benturan keras itu, bus PO Luragung sempat menabrak besi baja pembatas jalan sampai jebol. Pembatas jalan sepanjang kira-kira delapan meter langsung rubuh. Sesaat kemudian, badan bus meluncur deras ke luar dari jalur dan menyeruak ke tanah yang dalamnya sekitar sepuluh meter.
Sementara truk Fuso bermuatan pasir setelah ditabrak di bagian belakangnya langsung berusaha kabur. Namun demikian, akhirnya pengemudi truk tersebut dapat dihentikan oleh petugas di sekitar Kerawang Barat sebelum memasuki gerbang tol. Saat ini, truk dan pengemudinya masih ditahan oleh pihak polisi jalan raya. Di bagian belakang truk masih terdapat bekas-bekas benturan dan banyak pecahan kaca.
Sedangkan bus PO Luragung baru berhenti setelah masuk ke tanah yang melengkung. Bus mengalami kerusakan yang cukup parah, kaca bagian depan remuk dan badab bus di sebelah kiri ringsek dan kepala bus pun rusak parah.
Adapun korban dari peristiwa kecelakaan itu seluruhnya adalah penumpang bus. Korban tewas; Kusyono, 41 tahun, warga Kelurahan Cikakak, Rembang Timur, Brebes; Kari, 53 tahun, warga Dukuh Jeruk, Banjarhargo, Brebes; Endi, 29 tahun warga Kelurahan Cikakak, Brebes, dan dua orang pria lainnya belum dapat diidentifikasi.
Korban yang mengalami luka berat dirawat di RS Medika Cikarang, sedangkan yang luka ringan dirawat di RS Medika dan 10 lainnya di RS Bayukarta, Karawang.
Hingga berita ini diturunkan, kendaraan bus nahas tersebut masih berada di tempat kejadian. Sejumlah petugas patroli tol masih melakukan upaya pengangkatan badan bus dengan menggunakan alat berat.
Supangat, petugas pusat informasi dan patroli tol menyesalkan peristiwa yang mengakibatkan korban tewas itu. "Yah, itulah namanya kecelakaan tidak dapat diduga. Tapi, umumnya penyebab kecelakaan adalah kelalaian sopir, kedua karena kurang jaga jarak dan ketiga adalah jalan raya yang rusak," kata dia.
Sehari sebelumnya, Sabtu (3/1), kecelakaan di jalan tol Cikampek KM 4 B antara truk pengangkut sayur bernomor polisi D 8436 SO dengan bus PO Safari bernomor polisi F 7243 FB juga menyebabkan satu orang tewas. Dari peristiwa ini, korban tewas adalah pengemudi truk pengangkut sayur, Dadang, 31 tahun, warga Kampung Cigaluguk Rt 02/02 Lembang, Bandung, Jawa Barat.
Siswanto - Tempo News Room
|