Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bekasi

Warga Hentikan Pemblokiran TPA Bantargebang
03 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Bekasi:Aksi pemblokiran terhadap tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Bantargebang sejak Kamis (1/1) lalu, akhirnya dihentikan setelah tuntutan warga dipenuhi Pemerintah Kota Madya Bekasi.

Warga dari Kelurahan Ciketing Udik, Cikiwul, dan Sumur Batu, Kecamatan Bantargebang, akhirnya mengizinkan kembali truk-truk sampah dari Jakarta dan Bekasi memasuki TPA, Sabtu (03/01).

Dengan diwakili dua tokoh dari masing-masing kelurahan dan disaksikan masing-masing lurah, camat, dan pihak keamanan, warga akhirnya sepakat membuka kembali TPA Bantargebang untuk sampah dari DKI Jakarta dan TPA Sumur Batu untuk sampah dari Pemkot Bekasi.

Kesepakatan untuk membuka kembali dua TPA itu terjadi setelah Pemkot Bekasi menyetujui dana kompensasi yang dituntut warga sebesar Rp 700 juta kepada 12 ribu kepala keluarga yang berasal dari tiga kelurahan tersebut. Adapun perinciannya, setiap kepala keluarga berhak mencapat uang kompensasi senilai 50 ribu setiap bulannya.

Menanggapi aksi penentangan warga dua hari lalu, Andi Saefudin, salah seorang perwakilan warga dari Cikiwul, mengatakan hal itu merupakan taktik yang dijalankan supaya Pemkot Bekasi lebih bijaksana.

“Selama ini kebijakan pemerintah dalam bentuk dana kompensasi dilakukan secara tidak langsung. Kami ingin dana kompensasi itu disalurkan secara langsung ke tangan warga sekitar,” ujar Andi.

Selain kompensasi itu, warga juga menuntut Pemkot Bekasi segera merealisir sembilan aspirasi warga setempat menyangkut pembangunan sarana fisik dan pembebasan dari biaya SPP dan pembangunan di sekolah SD sampai SMU. Mereka juga minta dibebaskan dari biaya pembuatan KTP, Kartu Keluarga, dan biaya berobat ke puskesmas.

Untuk pembangunan fisik, warga menuntut Pemkot Bekasi membangun puskesmas pembantu, pemagaran batas antara tanah TPA dan tanah milik warga, memfungsikan kembali sumur artesis, dan menertibkan pembuangan sampah liar.

Warga juga meminta Pemkot Bekasi melibatkan dan memberdayakan masyarakat setempat dalam setiap kegiatan yang berkaitan dengan masalah sampah. Khusus untuk TPA Sumur Batu, mereka mendesak Pemkot membuat instalasi pengolahan air limbah sampah, dan dibuatkan turap sepanjang saluran air.

Warga juga mengancam pihak Pemkot apabila dalam waktu satu bulan ke depan pihak Pemkot Bekasi tidak melakukan kewajiannya sesuai dengan kesepakatan, warga akan kembali melakukan aksi penutupan TPA Bantargebang.

Camat Bantarbegang Edi Rosadi mengatakan sudah mengetahui persoalan yang terjadi di TPA Bantargebang, baik yang dihadapi oleh pihak Pemkot Bekasi maupun warga yang tinggal di sekitar lokasi pembuangan. Ia mengatakan bila dalam perjalannanya nanti tidak sesuai dengan kesepakatan bersama, dia mendukung dilakukannya kembali penutupan TPA.

Wakil Wali Kota Bekasi Mochtar Muhammad mengatakan Pemkot Bekasi akan merealisasikan tuntutan warga. “Terhitung sejak hari ini Kami meminta kepada para lurah untuk memberikan uang sebesar Rp 50 ribu itu, jangan lewat dari jam 12 malam ini,” kata dia di depan para tokoh masyarakat.

Mochtar juga mengatakan warga akan dilibatkan untuk menjadi karyawan di lokasi TPA Bantargebang. "Jadi setiap RW dari ketiga kelurahan diambi lima orang warga untuk dilibatkan," ujarnya.

Mengenai sekolah gratis, menurut Mochtar, untuk tahap pertama pendaftaran sekolah setiap murid akan digratiskan, tetapi untuk yang iuran bulanannya tidak gratis. "Ini kan tahap pertama, mungkin nanti juga bisa digratiskan," kata dia.

Sampai pukul 18.40 WIB puluhan truk pengangkut sampah dari Pemkot Bekasi terlihat menunggu di Jalan Narogong Kilometer 10. Kabarnya truk ini akan memasuki lokasi pembuangan sampah, namun masih menunggu komando. Selain itu truk pengangkut sampah dari DKI Jakarta dikabarkan sedang menuju ke lokasi TPA Bantargebang.

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bekasi Chandra Utama, direncanakan truk itu akan memasuki lokasi pembuangan sampah pada pukul 17.00 WIB. Tapi sampai batas waktu tersebut belum diizinkan masuk sebab pintu masuk ke TPA Bantargebang masih dalam keadaan tertutup. "Kabarnya truk-truk itu akan dikawal aparat keamanan untuk masuk ke TPA," tambahnya.

Siswanto - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Sutiyoso: Pemblokiran Bantar Gebang Ulah Provokator
Warga Jaga Pintu Masuk TPA Bantargebang
Bekasi Resmi Kelola TPA Bantargebang
TPA Bantar Gebang Ditutup Tengah Malam Nanti
Ratusan Warga Bantar Gebang Kepung Pemda Bekasi

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data