Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Pemprov DKI Belum Pastikan Kontraktor Monorel
02 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta:Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengungkapkan bahwa Pemprov DKI belum pasti memberikan kewenangan terhadap Indonesian Trans Coorporation (ITC) untuk menjalankan proyek monorel.

Hal ini diungkapkan oleh Sutiyoso kepada wartawan usai pertemuan dengan PT Adikarya yang merupakan salah satu kontraktor monorel di Balai Kota, Jakarta, Jumat (2/1).

"Kami minta mereka penuhi syarat-syarat, kalau tidak, sangat mungkin kita beralih ke orang lain," ujarnya. Dia juga menambahkan bahwa proyek tersebut akan diberikan ke pihak yang paling besar memberikan keuntungan.

Syarat yang diajukan Pemprov DKI adalah keseluruhan monorel harus dibangun secara bersamaan. Sutiyoso meminta supaya pihak investor menggarap baik jalur yang padat penumpang maupun yang tidak.

"Jika tidak begitu saya takut proyek ini ditinggalin di tengah jalan," ujar Sutiyoso. Hal ini, menurutnya, karena setelah dikerjakan proyek ini tidak bisa ditawarkan lagi ke orang lain.

Sutiyoso mengatakan ada banyak investor yang tertarik dalam proyek ini. "Kecuali ITC dari Malaysia, permintaan sekarang 'kenceng'," ujarnya. Selain Malaysia, menurutnya, Singapura dan Inggris juga menunjukkan minat yang besar terhadap proyek ini.

Namun saat ini, kata Sutiyoso, prioritas utama masih Malaysia. Pemprov DKI Jakarta memberi batas waktu hingga akhir Januari ini kepada ITC. Hal ini karena hingga saat ini ITC baru menyerahkan dua dari lima laporan uji kelayakan. Selain itu belum ada kepastian apakah ITC akan menyetujui syarat Pemprov DKI.

Dalam laporan pendahuluan ITC disebutkan terdapat dua jalur monorel. Jalur satu adalah Kampung Melayu, Casablanca, Tanah Abang, Fasabeni, Bongkaran, Jati Baru, Cideng, sampai Roxy. Sementara jalur dua adalah dari Kuningan, Kota, Gatot Subroto, Sudirman, Senayan, JHCC, S. Parman, MPR/DPR, Pejompongan, Dukuh Atas, hingga depan Hotel Regent.

ITC sebelumnya mengusulkan akan menggarap jalur dua baru dilanjutkan jalur satu. Sementara Pemprov DKI meminta kedua jalur dibangun secara bersamaan.

Mawar Kusuma WKM - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Rumah Fadel Muhammad Dibongkar
Awal Januari 2004, Tarif Parkir Naik 100 Persen
2004, Semua RS Milik Pemda Pakai Auto Distract
Sisa Anggaran Dipakai untuk Beli Mobil Dinas Pemda
Aparat Beri Garis Pembatas untuk Pedagang di Senen

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data