|
Bekasi
Warga Jaga Pintu Masuk TPA Bantargebang
01 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Bekasi: Sekitar seratus orang, warga perwakilan Kelurahan Ciketing Udik, Kelurahan Cikiwul, Bekasi, memblokir Jalan Pangkalan Lima, akses menuju tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Bantargebang, Kamis, (01/01). Aksi ini dilakukan untuk menghadang truk pengangkut sampah yang akan masuk ke TPA. "Kita jaga disini terus untuk ngusir truk sampah," kata Ujang, warga RT.04-RW.06. Pemuda yang matanya tampak lelah, itu pun mengaku sudah siap menghadapi resiko yang akan terjadi, termasuk kekerasan.
Rojak, warga lainnya, mengaku terkena dampak dari lokasi pembuangan sampah, seperti air sumur di rumahnya yang semenjak tiga bulan terakhir berubah menjadi kekuning-kuningan. Alasannya, air dari tumpukan sampah merembes sampai air sumur. "Pokoknya, apapun yang terjadi kita tolak sampah itu," kata Rojak.
Menurut Ujang, warga selalu dibohongi pemerintah kota (Pemkot) Bekasi. "Kami dijanjikan fasilitas kesehatan sebagai kompensasi daerah kami yang dijadikan buangan sampah. Tapi apa nyatanya?" katanya. Aksi warga juga dipicu oleh kesepakatan bersama antara Pemkot Bekasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, 22 Desember lalu, yang memperpanjang operasional TPA Bantargebang. "Keputusan itu tidak minta pendapat kami yang jadi korban," katanya.
Siswanto - Tempo News Room
|