Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bekasi

Bekasi Resmi Kelola TPA Bantargebang
01 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Bekasi: Kewenangan pengelolaan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Bantargebang resmi berpindah dari pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Kamis (01/01). Secara resmi, penyerahan kewenangan ditandatangani Kepala Dinas Kebersihan DKI, Slamet Limbong dan Wakil Walikota Bekasi, Mochtar Muhamad. Penyerahan kewenangan yang berlangsung singkat, itu juga disaksikan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Metro Bekasi, Komisaris Besar Bachtiar Hasanudin Tambunan dan Komandan Distrik Militer (Dandim) 0507 Bekasi, Letnan Kolonel Infanteri Benny Susianto.

Mochtar Muhamad mengaku sangat yakin akan kemampuan Pemkot Bekasi melakukan pengelolaan sampah di TPA Bantargebang. "Kita pasti bisa," katanya. Salah satu alternatif pengelolaan sampah yang ditawarkan adalah dengan cara mengolahnya menjadi pupuk kompos. Tentunya, melibatkan warga yang tinggal di sekitar lokasi pembuangan. Sehingga, warga mendapatkan pemasukan uang untuk memperbaiki lingkungan. "Tiap kelurahan diwakili lima orang untuk bersama-sama mengelola sampah menjadi kompos dan pupuk," katanya. Rencananya, pembuatan kompos akan melibatkan 500 pekerja yang diambil dari warga.

Pengelolaan sampah juga telah ditawarkan ke pihak DKI Jakarta. Adapun untuk pengelolaan sampah dikenai tarif Rp. 85 ribu per ton sampah. Sehingga diperkirakan, Pemkot Bekasi akan mengeruk keuntungan besar Rp. 400-500 juta perhari. Maklum, sampah DKI Jakarta yang masuk ke TPA Bantargebang mencapai 6000 ton tiap harinya.

Nantinya, pengelolaan sampah akan melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Kebersihan, Dinas Tata Kota dan Dinas Perhubungan yang dikoordinir Dinas Pekerjaan Umum di Bekasi. "Sudah ada dua investor -PT. Trimitra dan seorang rektor universitas ternama di Jakarta- yang berminat mengambil bagian pengelolaan sampah di TPA Bantargebang," kata Tjandra Utama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum yang juga koordinator pengelolaan sampah TPA Bantargebang.

Rencananya, Pemkot Bekasi juga akan membangun rumah susun untuk para karyawan dan koperasi untuk para pemulung. Bahkan, kata Tjandra, tidak menutup kemungkinan juga akan dibangun Sekolah Menengah tingkat Atas bagi warga setempat.

Sementara, Slamet Limbong, Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, enggan berkomentar. "Silakan tanya kepada Wakil Walikota Bekasi," katanya sambil menghindari wartawan.

Ratusan warga yang menyaksikan penyerahan serah terima kewenangan pengelolaan sampah, itu terlihat sangat kecewa. Karena warga menginginkan pertemuan itu dapat memutuskan pembatalan Nota Surat Keputusan Bersama yang ditandatangani 22 Desember tahun lalu, yang mengizinkan sampah dari Jakarta memenuhi tanah di Bantargebang. "Sesuai MOU 2003, pembuangan sampah berakhir 31 Desember 2003. Bukan kesepahaman baru dan pindah tangan. Ini sama saja bohong," kata Suwandi, warga RT.02 - RW.04, Kelurahan Cikiwul.

Menurut Suwandi, pengelolaan TPA Sampah Bantargebang sama sekali tidak ada manfaatnya bagi warga sekitar. Apabila hal itu tetap dilakukan oleh Pemkot Bekasi menurut Suwandi warga akan terus menderita. ? Justru kami menderita karena pencemaran lingkungan dan kerugian sosial,? tambah Suwandi yang juga menjadi korban dari dampak lingkungan pembuangan sampah.

Siswanto - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

TPA Bantar Gebang Ditutup Tengah Malam Nanti
Ratusan Warga Bantar Gebang Kepung Pemda Bekasi
Walhi Minta Masyarakat di Sekitar TPA Jonggol Dilibatkan
TPST Bojong Siap Dioperasikan, Warga Tegang
Warga Jakarta Diminta Tidak Khawatir Soal Sampah

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data