|
Bekasi
TPA Bantar Gebang Ditutup Tengah Malam Nanti
31 Desember 2003
TEMPO Interaktif, Bekasi: Surat perjanjian kerjasama soal tempat pembuangan akhir (TPA) Bantargebang, Bekasi sudah diteken oleh pemerintah kota (Pemkot) Bekasi dan pemerintah provinsi DKI Jakarta. Meskipun demikian, di dalam pemkot Bekasi sendiri terjadi perpecahan.
Perpecahan soal TPA Bantargebang terkuak oleh pernyataan-pernyataan yang dilontarkan Wakil Walikota Bekasi, Mochtar Mohamad, Rabu (31/12). Dalam pernyataannya, Mochtar secara tegas mendukung tindakan warga yang akan melakukan pengusiran terhadap aktivitas pembuangan sampah yang akan dilakukan pemprov DKI Jakarta.
Mochtar mengatakan tak akan bertanggung jawab terhadap tindakan warga Kecamatan Bantar Gebang yang akan melakukan pengusiran terhadap kendaraan truk pengangkut sampai dari DKI Jakarta pada pergantian tahun 2003, atau setelah 24.00 WIB.
Lebih lanjut, kata Mochtar, dirinya memberi angin kepada warga yang tingal di sekitar lokasi TPA Bantar Gebang untuk melakukan tindakan pemblokiran jalan yang dilalui truk-truk pengangkut sampah dari DKI Jakarta. “Silahkan, itu hak Anda, nanti saya juga akan datang ke sana,” kata Mochtar saat menerima perwakilan dari sekitar 250 warga yang unjuk rasa di Pemerintah Kota Bekasi menuntut penutupan TPA Bantar Gebang.
Namun demikian, oleh Mochtar, warga diminta untuk tidak melakukan kekerasan. “Asal jangan anarkis, silahkan aja. Usir-usirin aja karyawan pemerintah DKI yang masuk ke TPA, usir aja, enggak usah takut,” kata Mochtar.
Kemudian, wakil walikota Bekasi ini juga juga mengatakan, dia sendiri bersama stafnya akan turun langsung nanti malam di sekitar lokasi TPA Bantar Gebang.
Salah seorang perwakilan, Andi, warga Cikiwul yang ikut unjuk rasa, mengharapkan TPA ditutup. Dia mengaku bukan untuk minta uang namun menolak perpanjangan TPA. “Kami menuntut pemda Bekasi membatalkan perpancangan kesepakatan bersama 22 Desember,” kata Andi.
Selanjutnya, dia mengatakan, mulai 1 januari warga tidak mau lagi ada pembuangan sampah baik oleh pemerintah Bekasi maupun pemerintah provinsi DKI.
Sementara itu, Kepala Satuan Pengamanan Obyek Vital Mapolres Metro Bekasi, Ajun Komisaris Polisi Imam Saputra mengatakan, supaya warga tidak anarkis apabila nanti malam melakukan pengusiran terhadap mobil-mobil pengangkut sampah dari DKI. “Kalau memang mau ngusir sopir, tempatnya harus pas dipertigaan, supaya mereka bisa muter kendaraannya kembali. Jangan sampai pas di lokasi TPA diusir, nanti malah ribut,” kata Imam.
Imam juga mengatakan, jajaran petugas polisi juga akan diterjunkan ke lokasi TPA Bantar Gebang untuk mengantisipasi tindak kekerasan yang akan dilakukan warga.
Siswanto - Tempo News Room
|