Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bekasi

Ratusan Warga Bantar Gebang Kepung Pemda Bekasi
31 Desember 2003

TEMPO Interaktif, Bekasi:Sekitar 250-an warga yang berasal dari tiga kelurahan di Bantar Gebang yakni Ciciul, Ciketing, dan Sumur Batu mendatangi kantor Pemerintah Kota Bekasi. Dalam tuntutannya, warga menyampaikan tiga butir tuntutan. Intinya, mereka minta tempat pembuangan akhir sampah (TPA) Bantar Gebang ditutup secara total sejak hari ini, Rabu (31/12).

Warga menolak dengan tegas perpanjangan kerja sama TPA Bantar Gebang, antara Pemerintah Kota Bekasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Raya . Karena itu, mereka menuntut agar pemerintah daerah Bekasi membatalkan kerjasama yang sudah ditanda tangani pada 22 Desember kemarin.

Dalam aksi protesnya, mereka berteriak lantang mendesak pemerintah memikirkan persoalan kesehatan yang dihadapi warga Bantar Gebang, akibat tempat tinggal yang berdekatan dengan TPA. “Kami diperbudak oleh DPRD Bekasi. Kami tidak butuh uang kompensasi dalam bentuk apapun. Kami hanya butuh kesehatan saja,” ujar salah seorang orator yang kemudian ditirukan oleh warga yang lain.

Dalam aksi yang dikawal satu satuan setingkat kompi polisi itu, sejumlah spanduk-spanduk yang berisikan hujatan kepada anggota DPRD turut digelar. Mereka juga membentangkan spanduk yang berisi kurang lebih 200 tanda tangan warga Bantar Gebang, yang menolak TPA.

Jaelani, 30 tahun, warga Rt 2 Rw 2 Kelurahan Sumur Batu mengatakan, semenjak setengah tahun lalu, sumur di lingkungan kampungnya berubah warna dan baunya. “Air jadi bau dan tidak bisa diminum. Dan warnanya berubah jadi kuning,” ujarnya sambil menunjukkan sampel air dalam botol yang dibawanya.
“Akibat air rembesan dari pembuangan sampah, banyak warga yang jadi sakit TBC dan sesak napas,” ujarnya.

Siswanto - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Walhi Minta Masyarakat di Sekitar TPA Jonggol Dilibatkan
TPST Bojong Siap Dioperasikan, Warga Tegang
Warga Jakarta Diminta Tidak Khawatir Soal Sampah
Bekasi Tolak Dana Kompensasi DKI
Anggaran Sampah Pemda DKI Jakarta Dipertanyakan

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data