Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bekasi

Ratusan Warga Tuntut Mundur Kades
29 Desember 2003

TEMPO Interaktif, Bekasi:Sedikitnya 200 warga Desa Pahlawan Setia, Kecamatan Tarumajaya, mendatangi gedung DPRD Kabupaten Bekasi, Senin (29/12) siang. Mereka menuntut Kepala Desa (Kades) setempat, Syarifudin, mundur dari tampuk kepemimpinannya karena dianggap melakukan penyelewangan dana yang seharusnya untuk kepentingan pembangunan desa.

Syarifudin dituntut lengser dari jabatannya karena dianggap tak transparan dalam penggunakan dana yang diberikan oleh Provinsi Jawa Barat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat kecil dan pembangunan di pedesaan sesuai SK No. 147/F.200/Kep.2000/Dekon 2003.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan warga dilakukan secara damai. Namun demikian, sebanyak satu satuan setingkat kompi (SSK) petugas dari Markas Polisi Resort Beaksi tetap berjaga-jaga di pintu gedung.

Kalangan DPRD Kabupaten Bekasi memberi kesempatan kepada 20 wakil warga untuk menyampaikan aspirasi. Sampai sejauh ini, kedua belah pihak masih melakukan negosiasi di dalam gedung Dewan.

Perwakilan dari warga menyampaikan tuntutan supaya Syarifuddin segera diturunkan. Warga menilai selama menjabat Kades, ia tidak bersikap transparan dalam penggunaan dana. "Masa pakai dana tidak ada bukti-buktinya, dan dana itu dipakai untuk apa, kita tidak tahu," kata Samirun, warga Rt 04/06 kepada Tempo News Room.

Samirun mengatakan bantuan danaraksa desa senilai Rp 100 juta, yang peruntukannya Rp 40 juta untuk pembangunan sarana dan prasarana pedesaan, dan Rp 60 juta untuk meningkatkan perekonomian masyarakat kecil dengan cara pinjaman secara bergulir.

Dana sebesar Rp 40 juta yang seharusnya untuk pembangunan pedesaan tidak jelas penggunaannya dan dana sebesar Rp 60 juta yang seharusnya dipinjamkan kepada masyarakat secara bergulir juga tidak jelas dipinjamkan kepada siapa. "Duit untuk warga malah nggak di sampaikan ke warga, tapi malah dibagi-bagi ke teman-temannya dan keluarga sendiri," tuding Samirun.

"Dana itu seharusnyajuga untuk bantuan Raskin, bagi orang miskin, tapi tidak didistrubsikan sebagaimana mestinya," seru salah seorang orator dari atas bak mobil di depan gedung. Menurut pernyataan yang disampaikan orator, sejak Oktober 2003 Raskin yang mestinya untuk orang miskin malah dijual kepada tengkulak gelap, dan pelaksanaannyapun di rumah Kades sendiri.

Sebelumnya, Jumat (26/12), dikabarkan, ratusan warga ini melakukan perusakan terhadap sejumlah perabotan, seperti meja, kursi, kaca jendela, dan sepeda motor dinas, di kantor Kepala Desa Pahlawan Setia yang terletak di Jalan AMD XXVIII. "Waktu itu kami sangat kesal padanya karena seolah-olah tidak pernah merasa salah, kita malah dicuekin," kata Adik, warga Rt 02/02.

Menurut Adik, Rabu (22/12) warga juga mendatangi kantor Kepala Desa untuk mengajak rembukan. Namun, Kades, yang datang kemudian, justru menempeleng kepala dua orang warga, Deo dan Ajan. "Kita datang baik-baik, malah dia nanggapi dengan tidak ramah. Teman kami kepalanya dijedotin, ya kami marah," kata petani ini.

Siswanto - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

NU Jatim: Jenasah Koruptor Tak Wajib di Salati
Sidang Tuntutan Kasus Korupsi Bank Mandiri Ditunda
Aburizal: Berantas Korupsi Harus Reformasi Birokrasi
Putra Megawati Tidak Hadiri Undangan Panja Kemayoran
Adi Andoyo Nilai Gugatan Endin Terlambat

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data