|
Bekasi
Kecelakaan di Tol Cikampek, Satu Tewas
26 Desember 2003
TEMPO Interaktif, Bekasi:Satu orang tewas dan tiga lainnya mengalami luka berat dalam kecelakaan lalu lintas yang terjadi secara terpisah di tol Cikampek. Peristiwa yang menyebabkan penumpang tewas seketika dan pengemudi luka berat terjadi di jalur A kilometer 28.800, sekitar pukul 02.00 WIB, Jumat (26/12).
20 menit sebelumnya, tabrakan truk tronton secara beruntun mengakibatkan dua korban menderita luka parah. Dari peristiwa itu, seluruh korban dievakuasi ke Rumah Sakit Medika, Cikarang, Bekasi.
Korban dari peristiwa kecelakaan lalu lintas yang tewas adalah kenek truk pasir Colt Diesel nopol BE 8767 U, Epon, 51 tahun. Sedangkan korban yang mengalami luka berat adalah pengemudinya, Tarwin, 30 tahun, warga Desa Kaso Kandie Rt 03/05, Dawuan, Majalengka, Jawa Barat.
Sebelumnnya, peristiwa kecelakaan beruntun yang menimpa dua kendaraan juga terjadi di ruas jalan Tol Cikampek kilometer 60.13. Adapun korban yang menderita luka berat adalah pengemudi truk tronton nopol L 8472 AU, Sujiono, warga Desa Mendalam Rt 01/03 Kradenan, Blora, Jawa Tengah, dan pengemudi truk Colt Diesel nopol T 8389 A, Edy Sutarji, warga Kampung Cipasungsari Rt 04/02, Cibatu Purwakarta, Jawa Barat. Kecelakaan yang menimpa kedua angkutan berat ini terjadi sekitar pukul 01.40 WIB.
Informasi yang dihimpun Tempo News Room menyebutkan, kecelakaan kendaraan yang memakan korban jiwa meninggal dunia disebabkan Tarwin dalam mengemudikan kendaraannya kurang memperhatikan jarak kecepatan dengan kendaaraan yang berada di depannya. Ia juga tidak mengenakan sabuk pengaman yang sudah disediakan.
Saat itu diperkirakaan kecepatan kendaraan truk yang dikemudikan Tarwin mencapai lebih dari 120 kilometer per jam. Ketika truk tersebut meluncur cepat dan berada persis di pantat kendaraan di depannya, Tarwin tidak dapat lagi mengendalikan kendaraan. Akibatnya, tabrakan pun tak terelakkan lagi.
Petugas patroli, Asworo Purwodjati, membenarkan peristiwa itu. Menurutnya, petugas patroli yang datang setelah kecelakaan mengalami kesulitan untuk mengeluarkan kedua orang korban.
Untuk mengeluarkan korban, petugas sendiri saat itu dibantu dengan kendaraan "lumba-lumba" (alat berat untuk menarik kerangka besi kendaraan, untuk melonggarkan besi yang menjepit korban). "Kesulitan kita membuka besi yang menjepit kedua korban. Setelah dibuka, satu orang korban sudah meninggal," kata Asworo.
Petugas jalan tol ini juga mengatakan korban mengalami genjetan selama sekitar satu jam sebelum akhirnya dapat dibebaskan. Setelah berhasil dikeluarkan dari kabin truk yang mengalami ringsek, kedua korban langsung dievakuasi ke rumah sakit Medika Cikarang.
Menurut keterangan, sampai sejauh ini pihak Polisi Jasa Raya Tol Cikampek belum mengetahui identitas dari truk tronton yang ditabrak kendaraan korban. Sebab, setelah peritiwa benturan terjadi diperkirakan truk tersebut tidak langsung berhenti, namun langsung kabur dari tempat kejadian.
Sementara, truk Colt yang dikemudikan Tarwin masih ditahan di Pos Polisi Cibeet, Karawang, Jawa Barat untuk dilakukan pemeriksaan. Kepala truk melesak ke bagian dalam kira-kira 30 sentimeter dan kaca-kaca mengalami rontok.
Sementara itu, kecelakaan beruntun yang terjadi sebelum kecelakaan pertama disebabkan juga pengemudi kurang memperhatikan jarak aman dengan kendaraan yang berada di hadapannya. Saat itu kedua kendaraan menuju Jakarta. Pengemudi truk Colt Diesel, Edi, kurang antisipasi sehingga menabrak bagian pantat truk tronton yang dikemudikan oleh Sujiono. Akibat dari peristiwa itu, truk yang dikemudikan Edi terbalik dengan posisi roda di bagian kiri berubah ke bagian atas dan truk memutar berbalik arah.
Siswanto - Tempo News Room
|