|
Jakarta Selatan
Pelajar Tersengat Listrik Kereta Api
25 Desember 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Seorang pelajar kelas 2 SMP, Rhamdani, 15 tahun, tewas kesetrum pantograf (sumber tenaga listrik) di atap KRL Nomor 487 di Stasiun Pasar Minggu Jaksel, Kamis (25/12) pukul 10.45 WIB.
Warga Menteng Atas, Setia Budi, Jakarta Selatan, ini meninggal disaksikan banyak orang di stasiun itu setelah bersama empat kawannya menaiki atap kereta dari Stasiun Bogor menuju Jakarta.
Begitu sampai di Stasiun Pasar Minggu, salah seorang petugas di stasiun itu menyuruh kawanan "ABG" itu turun dari atap kereta. Tapi, tak lama kemudian mereka kembali naik ke atap sehingga terjadilah peristiwa mengerikan yang dimulai dengan terpelesetnya kaki Rhamdani ketika menaiki atap. Begitu terpeleset, secara reflek Rhamdani berpegangan pada pantograf yang bertegangan tinggi.
Salah seorang saksi mata, Munzir, 40 tahun, yang kebetulan menumpang kereta itu mengatakan saat-saat menjelang ajal Rhamdani, didahului dengan kejang-kejang di sekujur tubuh korban karena kesetrum aliran listrik. Masyarakat yang berada di lokasi kejadian tak berani menolong karena takut ikut kesetrum.
”Dari dalam kereta, tiba-tiba kami mencium bau seperti asap daging sate. Penumpang berhamburan keluar karena mengira kereta kebakaran,” kata Munzir. Saat itulah, para penumpang terperanjat melihat adegan yang mengerikan di atas kepala mereka. “Api itu terus menyala sampai tubuhnya gosong. Dan kami lihat tulangnya kelihatan,” kata dia.
Mayat korban berada di atap kereta sekitar satu jam menunggu aliran listrik dimatikan. Akibatnya, kereta 487 itu mengalami keterlambatan. Tapi, peristiwa ini tidak mengganggu perjalanan kereta tujuan Jakarta lainnya, karena jalur kereta dipindahkan ke jalur 4, sementara kereta yang membawa korban berada di jalur 3.
Korban sempat dibawa ke ruang administrasi stasiun sebelum diserahkan ke RSCM untuk divisum dan diambil keluarganya. Menurut salah seorang petugas RSCM, pihak rumah sakit tidak melakukan otopsi terhadap korban. Korban segera dibawa oleh orang tuanya, M. Yasin, dari RSCM.
Kepala Unit Reserse Polsek Metro Pasar Minggu, Iptu Supardi, membenarkan kejadian yang menimpa Ramdhani. Menurutnya, berdasarkan keterangan saksi, korban dan teman-temannya sudah diperingatkan oleh orang-orang yang ada di stasiun untuk turun dari atap kereta, tetapi tetap membandel.
Istiqomatul Hayati/Dewi Retno - Tempo News Room
|