Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bekasi

Perayaan Natal di Bekasi Berlangsung Aman
25 Desember 2003

TEMPO Interaktif, Bekasi:Suasana perayaan Natal 2003 yang berlangsung Rabu malam (24/12) dan Kamis (25/12) di Kota dan Kabupaten Bekasi berlangsung khidmat, aman, dan tertib. Umat Kristiani melaksanakan misa kebaktian di gereja-gereja yang terletak di berbagai sudut Kota dan Kabupaten Bekasi.

Berdasarkan pemantauan Tempo News Room, misa kebaktian Natal yang berlangsung di Gereja Santo Bartolomeus di Perumahan Galaxy, Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Harapan Baru Regency, Gereja GBIP di Harapan Baru Regency, Paroki Santo Michael di Jalan Bintara Raya 38, Gereja Arnolus di Jalan Ir. H. Juanda, diadakan menurut jam misa masing-masing.

Seperti terlihat pada misa kebaktian Gereja Bartolomeus pada pukul 17.00 WIB -19.00 WIB yang dipimpin oleh Romo Karno dihadiri sekitar 7.000 jemaat. Misa berikutnya 19.00 WIB - 21.00 WIB di gereja terbesar di Bekasi itu dihadiri jemaat yang jumlahnya sekitar 6.000. Antusiasme umat Kristiani untuk merayakan kelahiran sang putera raja di gereja itu menyebabkan para jemaat meluber hingga ke luar gereja. Di bagian depan dan di samping gereja dipasangi oleh panitia penyelenggaraan misa kebaktian dengan menggunakan terpal.

Materi pesan-pesan kelahiran sang juru selamat yang disampaikan oleh para pendeta dan romo pada perayaan Natal 2003 kali ini tidak jauh berbeda, masing-masing pemimpin umat menyerukan tentang pentingnya umat menebarkan rasa cinta kasih terhadap sesama dan menciptakan kedamaian dan kekudusan bagi manusia. Para pendeta dan romo dengan senada menekankan bahwa hanya dengan kekudusan dan kesederhanaan itulah manusia bisa mengetahui dan mengenal tuhannya.

Para pendeta dan romo menyerukan kepada umat bahwa Tuhan tidak pernah memandang kecil kepada umatnya. Sang juru selamat tidak pernah memandang remeh, hina, kepada umatnya. Oleh karena itu, tidak selayaknya sesama umat beragama saling mencaci maki, memusuhi, memandang remeh-temeh orang lain. Tuhan Kristus hidup dalam kesederhanaan bukan di dalam kemewahan.

Romo Karno dalam pesan natalnya menyampaikan bahwa Yesus sendiri lahir di dalam palungan, bukan di tempat yang sangat mewah. “Karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan, (Luk 2 : 6-7),” kata Romo Karno mengutip kitab Injil. Melihat itu, dia mengajak para umat beragama untuk saling meghargai sesama. “Kalau kita punya sikap lebih tinggi dengan orang lain, kita tidak akan pernah damai, damai akan tercapai kalau kita solider dengan sesama,” kata Romo Karno.

Selain itu, para pemimpin gereja juga menyerukan kepada umat bergama untuk melestarikan cinta kasih dan kedamaian untuk sesama membangun tanah air, untuk menghindari pertikaian, permusuhan dan diharapkan untuk senantiasa mempererat persaudaraan sebagai sesama manusia.

Walaupun perayaan misa kebaktian natal pada Rabu malam di gereja-gereja berlangsung cukup semarak dan khidmat. Kendati demikian, pengamanan acara kali ini berlangsung cukup ketat di berbagai lokasi gereja. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan buruk yang bakal terjadi dan mengganggu jalannya perayaan.

Seperti terlihat di Gereja Bartolomeus, puluhan aparat kepolisian dari Mapolres Metro Bekasi semenjak siang sudah berjaga di sektiar tempat di mana akan berlangsung acara perayaan. Bahkan, pagi harinya Tim Gegana dari Polda Metro Jaya yang sudah disiagakan di Mapolres juga sempat diterjunkan guna mensterilisisasikan lingkungan gereja dari kemungkinan diletakkannya bahan peledak. Pembersihan dari bahan peledak juga dilakukan di berbagai gereja di Bekasi. Namun, tidak ditemukan satupun benda yang sangat ditakutkan itu.

Pengamanan juga terlihat di Gereja HKBP di Harapan Baru Regency. Puluhan aparat keamanan berjaga-jaga di sekitar lokasi kebaktian yang dipimpin oleh pendeta Butar-Butar. Tema pesan Natal yang disampaikan adalah “Agar Orang Yang Percaya Tidak Binasa, Melainkan Memperoleh Hidup Kekal.” Dua hari sebelumnya, (Koran Tempo, 24/12) ratusan jemaat menolak penutupan gereja itu yang dilakukan oleh pihak Pemerintah Kota Bekas. Pemkot menutup gereja itu karena ada konflik antar sesama jemaat yang sudah berlarut-larut tidak pernah terselesaikan.

Namun pada malam Natal, sedikitnya 100 jemaat dengan khidmat melangsungkan misa kebaktian di halaman gereja. Mereka mendirikan terpal biru untuk atap beribadah. Dan masih terlihat besi seng yang dipasang Pemkot yang digunakan untuk menyegel lokasi itu yang tujuannya supaya tidak diadakan kegiatan keagamaan. Terjadinya kerusuhan di gereja HKBP yang dilakukan oleh jemaat Kristen yang menolak kepemimpinan pendeta Butar-Butar tidak menjadi kenyataan. Kebaktian selesai dengan damai dan lancar.

Kebaktian di Gereja GBIP yang dipimpin oleh pendeta wanita, Dina Haba, yang dihadiri tidak kurang dari dari 300 jemaat berlangsung aman dan damai. Adapun pesan Natal yang disampaikan bertemakan “Revitalisasi dan Refungsionalisasi Warga Gereja Dalam Bermasyarakat.” Acara kebaktian selesai pukul 21.00 WIB. Kebaktian di Paroki Santo Michael dipimpin oleh Romo Lukas Kilat Bowo dihadiri oleh sekitar 2.500 jemaat. Adapun tema yang disajikan adalah “Damai Itu Kuberikan Kepadamu.”

Penjagaan yang dilakukan oleh aparat keamanan di tempat-tempat ibadah dengan cara mendirikan pos-pos keamanan terpadu. Baik aparat berseragam, maupun reserse, intel dan patroli bergerak (antargereja) ditambah polisi lalu lintas untik mengatur arus lalu lintas disiagakan di setiap pos keamanan.

Kepala Kepolisian Resort Metro Bekasi Komisaris Besar Bachtiar Hassanudin Tambunan mengatakan langkah keamanan yang diambil oleh aparat keamanan semata-mata untuk mendukung perayaan hari besar agama Kristiani. “Supaya mereka dapat beribadah dengan aman dan nyaman,” kata Bachtiar.

Siswanto - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Pesan Natal Paus
Pengamanan Hotel Marriott Seperti Hari Biasa
Polda Jawa Tengah Siagakan 1.757 Personel
Misa Natal Gereja Santa Anna Singgung Penggusuran
Misa Natal di Banda Aceh Berlangsung Damai

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data