|
Jakarta
Banyak Joki Belum Tahu Waktu Perberlakuan 3 in 1
24 Desember 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Di hari pertama pemberlakukan three in one (3 in 1) oleh pemerintah daerah (Pemda) DKI Jakarta, banyak joki mengaku tidak tahu adanya periode waktu 3 in 1 pagi dan sore. Lihat saja misalnya, Asep, 15 tahun, laki-laki muda asal Cirebon yang berprofesi sebagai joki di Jalan Pakubuwono. Ditemui TNR, Rabu (24/12) pagi, Asep mengatakan, sama sekali tidak tahu adanya penambahan waktu 3 in 1 di sore hari. "Wah, kalau ada sore, tidak lah. Saya takut malam hari akan banyak rajia," kata Asep, lulusan sekolah dasar yang tiap harinya bisa mengantongi uang sebesar Rp. 20-30 ribu untuk sekitar lima kali sewa jasa jokinya itu.
Ketidaktahuan waktu 3 in 1 juga disampaikan Agus, joki lainnya. Agus justru menanyakan, apakah pemberlakuan 3 in 1 sudah dimulai hari ini. "Yang saya dengar baru Januari 2004," kata Agus, lulusan sekolah teknik menengah yang biasa mendapatkan uang Rp. 20 ribu untuk tiga jam operasinya sebagai joki. Walau demikian, Agus mengaku tidak tidak berminat untuk berjoki di sore dan malam hari.
Tapi, lain bagi Deden, joki lainnya yang juga biasa beroperasi di Jalan Pakubuwono. Deden mengaku, mengetahui pemberlakuan 3 in 1 pada pagi dan sore sejak hari ini, dari televisi. "Tapi, pasti rata-rata joki tidak mau lah sore hari," katanya. Yang jelas, para joki tidak mengetahui, bila terjaring petugas ketentraman dan ketertiban, mereka bisa dikenai hukuman satu bulan kurungan atau denda hingga Rp. 12 juta.
Hari pertama pemberlakuan 3 in 1 ditanggapi dingin oleh banyak pihak, termasuk pengguna jalan raya. Berdasarkan pengamatan TNR dimulut Jalan Semanggi, beberapa mobil yang tidak berpenumpang tiga orang pun masih lolos memasuki Jalan Sudirman. Sebelum detak jam memasuki pukul 10.00 WIB, ruas Jalan Sudirman tampak lengang dan lancar. Tapi, selepas pukul 10.00 WIB, ruas jalan itu mulai dipadati kendaraan, baik dari arah Jalan Pattimura maupun Sisingamangaraja.
Poernomo - Tempo News Room
|