|
Jakarta Selatan
Jakarta Selatan Siaga III
23 Desember 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketinggian air di Kali Krukut mencapai 110 sentimeter pada pukul 10.00 WIB, Selasa (23/12). Kondisi ini 10 sentimeter melebihi batas normal ketinggian sungai itu.
“Berarti kami sekarang berada pada tingkat Siaga III. Lagi pula di Tarakanita, airnya sudah meluap,” kata seorang penjaga Posko Banjir, di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan ketika ditemui Tempo News Room pada Kamis (23/12) siang.
Dari pengamatan Tempo News Room, sungai yang mengalir di belakang Kantor Wali Kota itu memang tampak tinggi hingga hampir mencapai pinggiran kali. Air di sungai selebar enam meter itu tampaknya akan menjadi bahaya yang mengancam warga di sekitar Pulo Raya dan Mampang Prapatan. Bukan hanya itu, sampah cukup banyak menggenangi sungai hingga air tak leluasa mengalir.
Menurut seorang petugas jaga Posko Banjir lainnya, jika ketinggian air di sungai itu mencapai lebih dari 350 sentimeter, maka tingkat kesiagaan sudah mencapai Siaga I di bawah kendali Gubernur DKI Jakarta.
Tingkat Siaga III di wilayah Jakarta Selatan, kata petugas itu, diindikasikan pada pengamatan Pos Depok yang sudah mencapai ketinggian di atas 200 sentimeter. Daerah yang harus diwaspadai adalah Pengadegan, Gang Arus, Rawajati, Kalibata, Bukit Duri, Kebon Baru, Bidara Cina, Kampung Melayu, Matraman Dalam, dan lain-lain yang dilewati aliran Kali Ciliwung dan Banjir Kanal.
Siaga III ini juga terindikasi dari Pos Pengamatan Krukut Hulu yang mencapai ketinggian di atas 100 sentimeter. Maka, yang harus diwaspadai adalah Kebalen, Mampang Prapatan, Petogogan, dan Pejompongan setelah empat jam sampai di Banjir Kanal.
Kewaspadaan juga dimulai dari pengamatan Pos Pesanggrahan yang mencapai ketinggian di atas 150 sentimeter. Bila ketinggian mencapai angka itu, daerah yang perlu diwasapadai berada di sekitar Cirendeu Permai, Pondok Pinang, Bintaro, Cipulir, Ciledug Raya, Duri Kepa, Sukabumi Utara, Kelapa Dua, dan Tanjung Duren setelah 4,5 jam sampai di Pintu Air Cengkareng.
Seorang petugas di Bagian Pemeliharaan Air Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Selatan menjelaskan, hingga kini pemerintah Jakarta Selatan belum maksimal melakukan pengerukan sungai untuk mengantisipasi banjir. Pasalnya, dana dari Pemerintah DKI Jakarta belum sepenuhnya mengalir.
Saat ini sungai yang sudah dikeruk adalah Kali Grogol, meski belum seluruhnya dan baru sepanjang 2 kilometer. Kali Baru Barat sudah dikeruk mulai dari Jalan Tol TB Simatupang/Jalan Gabus sampai dengan Pintu Air Warung Pedok hingga pertemuan sungai itu dengan Kali Cideng.
Sedangkan sungai-sungai yang mengalir di wilayah Jakarta Selatan yang belum sempat dikeruk adalah Kali Krukut karena ketiadaan anggaran, Kali Pesanggrahan karena masih menjadi kewenangan Departemen Pekerjaan Umum, dan Kali Cideng karena trase (lebar) sungai yang sempit.
“Trasenya cuma 1,5 meter. Itu menyulitkan pengerukan karena harus secara manual, tidak bisa pakai mesin,” kata petugas itu.
Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Selatan Fachril Chatab, telepon selulernya tidak pernah diangkat meskipun aktif. Begitu pula ketika didatangi di kantornya, sekretarisnya menjawab, “Bapak sedang rapat di gubernuran, tidak akan datang ke kantor.”
Istiqomatul Hayati - Tempo News Room
|