|
Metro
Dana Perumahan Korban Penggusuran Disiapkan
22 Desember 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah melalui Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah telah menyiapkan dana untuk pembangunan perumahan korban penggusuran di beberpa wilayah di Jakarta. Hal tersebut diungkapkankan Menteri Permukiman Soenarno usai sebuah seminar di Jakarta, Senin (22/12).
Kendati tidak disebutkan jumlahnya, menurut Soenarno, biaya pembangunan perumahan tersebut akan diambil dari sejumlah dana milik pemerintah yang rencananya digunakan untuk membeli aset-aset tanah yang ditawarkan oleh BPPN. "Itu jika aset-aset tanah dari BPPN diberikan gratis kepada kita," katanya.
Hingga saat ini, menurut Soenarno, masih belum bisa diputuskan apakah aset-aset tanah tersebut akan dibayar sebesar 20 sampai 25 persen sesuai dengan permintaannya atau gratis. "Keputusan dibayar atau tidak saya belum tahu, soalnya masih dibahas di BPPN dan dalam hal ini mereka masih mempertimbangkan sebab mereka harus menyetor kepada negara," katanya.
Menurut dia, jika hasil keputusan menyatakan, penyerahan aset-aset tanah tersebut gratis, maka dana yang tadinya untuk membayar aset-aset tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan rumah bagi rakyat miskin, terutama korban penggusuran dibeberapa wilayah di Jakarta. "Ini untuk mendukung program pengadaan satu juta unit rumah bagi rakyat miskin," tandasnya.
Ditambahkan Soenarno, pengalokasian dana untuk pembangunan korban penggusuran tersebut sesuai dengan janjinya akan menyediakan tempat bagi korban penggusuran. Sebelumnya, Gubernur DKI Sutiyoso mengatakan bahwa warga korban penggusuran yang memiliki KTP Jakarta ditampung sementara oleh pemerintah. Karena pihaknya akan membangun rumah susun secara bertahap. Diantaranya di Marunda Jakarta Utara.
Untuk itu Sutiyoso meminta Departemen Permukiman dan BPPN, yang memiliki sejumlah tanah sitaan, dapat menyumbangkan kepada Pemda DKI untuk mendukung pembangunan rumah susun. Hal ini dikatakannya untuk membuat kota Jakarta menjadi teratur. "Keinginan saya adalah mengembalikan fungsi sungai di Jakarta," katanya beberapa waktu lalu.
Danto - Tempo News Room
|