Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bogor

TPST Bojong Siap Dioperasikan, Warga Tegang
22 Desember 2003

TEMPO Interaktif, Bogor:Situasi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bojong, Desa Bojong, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, memanas setelah warga mendengar rencana pengoperasian tempat sampah itu awal Januari mendatang.

Sementara pihak Pemerintah Kabupaten Bogor dan PT Wira Gulfindo mengklaim warga sekitar tempat sampah sudah banyak yang setuju.

Semula warga heran kenapa ada satu truk pasukan Dalmas disusul pasukan Perintis ke TPST Bojong di Kampung Rawa Jeler, Desa Bojong. Kedatangan mereka justru memancing rasa penasaran sehingga mereka berkumpul. Warga menduga hari itu akan datang mesin balla press, apalagi mereka mendengar mesin tersebut akan datang pada akhir Desember ini.

Naih, salah seorang warga Desa Bojong mengatakan walaupun pihak PT Wira Gulfindo dan Pemerintah Kabupaten Bogor memaksakan beroperasinya tempat sampah tersebut, warga tetap menolak.

“Apapun alasannya warga tetap menolak keberadaan tempah sampah di lingkungan kami,” kata Naih. Ia juga menegaskan warga masih siap menghadang kedatangan mesin balla press yang dicurigai akan datang hari Senin ini.

Dalam keterangan pers, Senin (22/12), di ruang VIP kantor Pemerintah Kabupaten Bogor, Kepala Bagian Humas Sjahuri memaparkan rencana pengoperasian TPST Bojong. Dari PT Wira Gulfindo Sarana dihadiri oleh Sofyan Hadi Wijaya, sebagai Direktur Utama PT Wira Guna Sejahtera. Turut hadir Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Selamet Limbong, konsultan teknis PT Wira Gulfindo Koentyo S, dan sejumlah pejabat di lingkungan Kabupaten Bogor.

“Selama ini memang banyak masalah yang terjadi dalam pembangunan TPST Bojong. Berbagai aspek yang menjadi masalah sebenarnya sudah kami kaji dengan baik, dari mulai rencana tata ruang, uji Amdal, sampai teknologi yang akan diterapkan disana,” ujar Sjahuri.

Tiga aspek yang dikemukakan Sjahuri, yakni aspek tata ruang, aspek sistem teknologi TPST yang menggunakan sistem balla press, dan aspek sosial berupa sosialisasi.

Koentyo S menjelaskan, teknologi balla press merupakan adopsi teknologi dari Swedia, sedangkan teknik limbah mengambil sistem pengolahan dari Australia.

Jika TPST Bojong dioperasikan dengan kedua teknik ini maka TPST tercatat sebagai tempat pengolahan sampah yang menggunakan teknologi tinggi pertama di Indonesia. “Termasuk mobil angkutan sampah khusus yang mampu membawa 20 sampai 25 ton sekali angkut,” jelas Koentyo.

Saat tanya jawab berlangsung, terungkap kembali bahwa kompensasi sesuai dengan memorandum of understanding (MOU) Pemerintah Kabupaten Bogor hanya menerima retribusi sebesar Rp 1 milyar setahun, buang sampah gratis untuk lima kecamatan (Cileungsi, Klapanunggal, Gunung Putri, Jonggol dan Citeureup) atau sekitar 150 ton per hari.

Sampah DKI Jakarta yang akan dikirim ke TPST Bojong rencananya sebanyak 1.500 hingga 2.000 ton per hari. Jika dihitung biaya yang dipungut oleh PT Wira Gulfindo terhadap sampah DKI Jakarta sebesar Rp 53.500 per ton. Jika per hari DKI Jakarta buang sampah ke TPST Bojong 2.000 ton, maka pendapatan sehari Rp 107 juta (Rp 3,21 milyar per bulan) atau Rp 38,5 miliar per tahun.

Kompensasi lain berupa pembangunan Balai Kesehatan, Taman Kanak-Kanak dan Taman Pendidikan Al Quran. “Namun ke depannya kami juga akan mengkaji ulang tentang kompensasi yang akan diterima Pemerintah Kabupaten Bogor termasuk perkembangan teknisnya,” jelas Sjahuri menjawab pertanyaan Tempo News Room terkait penerimaan konpensasi Pemerintah Bogor yang terlalu kecil.

Sofyan Hadi Wijaya mengatakan untuk mewujudkan tempat pengolahan sampah pihaknya telah menanam modal sebesar Rp 85 milyar untuk lokasi, 4 mesin balla press, bangunan, dan perizinan.

Untuk tahap pertama akan dioperasikan 1 mesin untuk membungkus sampah yang telah dipadatkan. Sebelum sampah tersebut dikirim ke TPST Bojong, di Jakarta sampah tersebut sudah di press, sehingga sampah yang akan di kirim ke TPST Bojong tidak akan menumpuk.

“Prinsipnya berapapun sampah yang dikirim ke Bojong semuanya akan dibungkus, termasuk sampah dari Bogor,” jelas Sofyan. Ia juga menjelaskan dalam sehari truk yang akan mengirim sampah ke TPST Bojong sebanyak 60 hingga 80 truk per hari.

Deffan Purnama - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Warga Jakarta Diminta Tidak Khawatir Soal Sampah
Bekasi Tolak Dana Kompensasi DKI
Anggaran Sampah Pemda DKI Jakarta Dipertanyakan
"DKI akan Lobi Bekasi Habis-habisan"
Jakarta Peringati Hari "Bersihkan Dunia".

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data