|
Bekasi
Kecelakan di Tol Cikampek, Dua Tewas
21 Desember 2003
TEMPO Interaktif, Bekasi:Dua peristiwa kecelakaan lalu lintas terjadi di tol Cikampek, Minggu (21/12), mengakibatkan dua penumpang dari dua kendaraan tewas. Kecelakaan beruntun lainnya mengakibatkan empat korban mengalami luka berat. Seluruh korban diangkut polisi ke RSU Bekasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo News Room, peristiwa kecelakaan itu menimpa mobil Kijang kapsul yang dikemudikan anggota Reserse Mapolres Metro Bekasi Unit Pencurian, Brigadir Jumhari, 34 tahun, dan angkutan bus PO Sumber Alam yang dikemudikan Yulianto, 36 tahun, warga Duku 4, Sidomulyo, Godean, Yogyakarta.
Sebelum kejadian, Kijang kapsul biru yang dikemudikan Jumhari, warga Kampung Telang RT 02/14 Lemah Abang, Cikarang, sedang melaju dengan kecepatan tinggi. Saat itu korban yang baru lepas piket dari Mapolres Metro Bekasi mengemudikan mobil seorang diri menuju Cikampek.
Sekitar pukul 04.15 WIB saat melintas di sekitar jalur A KM 37.400, diduga karena ban kendaraan bagian belakang sebelah kiri mengalami pecah, Jumhari tak mampu mengendalikan laju kendaraan yang tiba-tiba oleng ke sebelah kanan.
Sesaat kemudian, mobil tersebut terbalik dan menghantam median (pembatas jalan) di tengah jalur tanpa hambatan itu. Setelah median jalan yang terbuat dari besi baja jebol, Kijang biru itu langsung merengsek ke jalur lalu lintas B, yang berlawan arah.
Dari keterangan, Kijang sempat jungkir balik sebanyak tiga kali hingga ke bagian tengah jalan. Pada saat yang bersamaan, datang bus PO Sumber Jaya jurusan Yogyakarta-Bogor yang sarat penumpang. Bus berkecepatan di atas 100 kilometer per jam itu dihantam oleh Kijang di bagian depan sebelah kanan. Sesaat kemudian, mobil Kijang terseret sejauh sekitar 10 meter.
Akibat kecelakaan itu, bagian depan Kijang ringsek dan melesak ke bagian mesin sedalam sekitar 40 sentimeter. Bagian karburator retak dan bocor. Bagian setir mobil bengkok dan berubah posisi ke atas. Diduga, bagian dada Jumhari sempat terbentur ke stir tersebut. Ia mengalami luka berat di wajah dan bagian dadanya.
Sementara seorang penumpang bus yang tewas bernama Sutaryono, 36 tahun, Pegawai Negeri Sipil, warga Kampung Pabuaran Komplek Departemen Agama Rt 04/15, Bojong Gede, Bogor. Sutaryono tewas karena panik lalu melompat keluar bus melewati pintu bagian depan. Korban tewas setelah membentur bagian aspal.
Yulianto, sopir bus, mengatakan sebelum Sutaryono yang duduk di kursi nomor dua dari depan sebelah kiri melompat keluar bus, dirinya sempat mencegah korban yang saat itu sedang menggendong anaknya yang berusia sekitar 11 tahun.
"Saya sudah teriakin dia, lalu saya tarik tangan anaknya. Saya cuma bisa selametin anaknya," kata Yulianto saat ditemui wartawan di kantor Polisi Jalan Raya, Jati Bening.
Setelah peristiwa kecelakaan lalu lintas itu terjadi, kedua korban segera dievakuasi Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) Tol Cikampek ke RSU Bekasi. Jumhari sempat mendapat perawatan medis di Unit Gawat Darurat, namun nyawanya tidak dapat tertolong. Korban meninggal sekitar pukul 06.00 WIB. Sedangkan Sutaryono juga sempat mendapatkan perawatan intensif, namun akhirnya juga meninggal sekitar pukul 05.00 WIB di RSU Bekasi. Setelah itu, kedua jenazah dibawa ke ruang forensik untuk divisum.
Petugas juga mengamankan mobil Jumhari yang ringsek bagian depannya. Sedangkan kendaraan bus yang ditabrak mobil Jumhari hingga kini masih ditahan di kantor Polisi Jalan Raya. Kendati begitu, polisi masih melakukan penyelidikan terhadap penyebab terjadinya kecelakaan.
Selang 30 menit kemudian, menyusul peristiwa serupa yang terjadi di KM 37.80. Kecelakaan ini merupakan akibat dari kemacetan yang muncul setelah peristiwa kecelakaan pertama terjadi.
Peristiwa tabrakan beruntun menimpa mobil Feroza bernomor polisi D 166 CT yang dikemudikan oleh Suganda, 26 tahun, warga Desa Sarimukti II Rt 10/07, Desa Cipunagara, Subang, Bus PO Raya nopol AD 2825 BG yang dikemudikan oleh Bambang Sulaksono, 50 tahun, warga Kartotasan Keratonan, Serengan Rt 03/05, Surakarta, dan Bus PO Bogor Raya nopol F 7876 AA yang dikemudikan oleh Rahmat, 35 tahun, warga Desa Kerten Rt 02/05 Tuntang, Semarang.
Dari keterangan yang dihimpun menyebutkan, kecelakaan tersebut menyebabkan empat orang penumpang dari kendaraan tersebut mengalami luka berat. Adapun korbannya adalah Teguh Wiyono warga Kampung Bebek Rt 04/01 Pulogadung, Wardi, 31 tahun, warga Ngelang Rt 06/01 Magetan, Rahmat, 25 tahun, warga Desa Serutan Rt 01/05, Semarang, Adik Reksa, 30 tahun, warga Jalan Tirtoyoso 66 Kertowinangun, Salatiga.
Berdasarkan keterangan, kecelakaan itu terjadi disebabkan kendaraan bus PO Bogor yang datang dari arah Cikampek dengan kecepatan di atas 100 kilometer per jam tiba-tiba menyeruduk dari belakang bus PO Raya yang saat itu dalam keadaan berhenti. Karena dorongan dari belakang cukup keras, PO Raya menabrak mobil Feroza di depannya.
Saat itu, bus PO Raya dan mobil Feroza sedang dalam keadaan berhenti karena arus lalu lintas saat itu sedang macet total akibat tabrakan Kijang biru dengan bus PO Sumber Alam.
Setelah peristiwa kecelakaan lalu lintas beruntun itu, keempat korban langsung dievakuasi oleh petugas ke Rumah Sakit Karya Medika Cikarang.
Siswanto - Tempo News Room
|