|
Jakarta
Sejak Awal Departemen Perhubungan Sudah Tahu Soal Busway
18 Desember 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Gubernur DKI Sutiyoso menepis tuduhan bahwa proyek busway tidak dikoordinasikan dengan Departemen Perhubungan. Menurut Sutiyoso, ekspos maupun presentasi rencana busway kepada departemen itu sudah dilakukan jauh-jauh hari.
Bahkan, menurut mantan Panglima Kodam Jaya ini, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Iskandar Abubakar pernah menjadi pembicara utama dalam diskusi tentang busway pada awal ide sarana transportasi alternatif itu muncul. “Masa dia (Iskandar Abubakar) lupa,” ungkap Sutiyoso kepada Tempo News Room di Balai Kota, Kamis (18/12).
Menteri Perhubungan Agum Gumelar Rabu lalu menyatakan, pihaknya belum dilibatkan dalam proyek ini. Dia mengundang Sutiyoso untuk datang ke kantornya guna menjelaskan proyek yang nilainya sekitar Rp 120 miliar tersebut.
Namun, Sutiyoso pada Kamis (18/12) tidak dapat memenuhi undangan itu. Dia dipanggil Komisi II DPR RI sehubungan dengan kebijakannya menggusur sejumlah permukiman warga akhir-akhir ini. Sutiyoso menunjuk Asisten Bidang Pembangunan DKI Irzal Jamal untuk memenuhi undangan Menteri Agum.
Sutiyoso juga mengatakan, sebenarnya urusan busway tidak ada kewenangan pemerintah pusat, termasuk apa yang dituduhkan sesuatu yang telah diilanggar pemerintah DKI. Dia lantas menghimbau media massa berhati-hati dalam melansir berita busway.
“Media jangan mengekspos konflik antarpejabat ataupun antara pusat dengan daerah. Seakan-akan ada konflik, padahal sama sekali tidak ada,” katanya.
Proyek busway sendiri telah beberapa kali tertunda realisasinya. Jadwal terbaru, busway akan beroperasi pertengahan Januari 2004. Saat ini, pemerintah DKI tengah memacu penyelesaikan pembuatan halte, jembatan penyeberangan, dan bus khusus yang dikerjakan karoseri New Armada di Magelang dan Restu Ibu di Bogor.
Mawar Kusuma-Tempo News Room
|