Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

DPRD Meragukan Kesuksesan Busway
11 Desember 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sejumlah Fraksi DPRD masih meragukan kesuksesan sistem busway. Keraguan tersebut terungkap dalam rapat penyampaian pandangan Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi DKI Jakarta tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2004 di gedung DPRD, Jakarta, Kamis (11/12).

Fraksi-Fraksi yang meragukan kesuksesan sistem busway tersebut, antara lain Fraksi TNI/Polri, Fraksi Keadilan Sejahtera dan Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).

Fraksi TNI/Polri mempertanyakan sejauhmana kesiapan program ini. Sampai saat ini, menurut Fraksi TNI/Polri, masih belum ada tanda-tanda nyata penyelesaian program secara tepat waktu.

Sementara Fraksi Partai Keadilan mengatakan pengoperasian busway jalur Blok M-Kota tidak akan menyelesaikan kemacetan. Selain itu, peminat akan sulit jika tidak ada penataan kawasan parkir sepanjang Sudirman-Tamrin.

Menurut Fraksi PAN, kesuksesan busway ditentukan oleh terbangunnya feeder system yang baik. Namun sampai sekarang belum terbangun.

Menurut Ketua Fraksi Partai Keadilan Achmad Heryawan, pihaknya akan memberikan teguran keras kepada Gubernur dalam bentuk pernyataan. "Janji Gubernur, busway ini selesai Desember, kenyataannya tidak," tambahnya. Hal ini, menurut dia, karena kurangnya perencanaan yang baik.

Anggaran program busway sendiri menyedot dana yang cukup besar dalam RAPBD 2004. Untuk penyediaan sarana busway dianggarkan sebesar Rp 37,7 miliar. Untuk operasional dianggarkan Rp 15 miliar, serta Rp 3,6 miliar untuk penertiban, pengawasan, dan pengendalian operasionalnya. Sedangkan anggaran terbesar sebanyak Rp 53,1 miliar dialokasikan untuk pembangunan prasarana penunjangnya.

Fraksi Partai Keadilan memandang seiring dimulainya operasional busway juga harus ada upaya untuk minimalisasi dampak sosial dan ekonomi yang akan timbul, seperti harus ada koordinasi dengan pihak-pihak yang terganggu dengan dioperasionalkannya busway.

Fakta-fakta seperti pemotongan trayek, pengurangan karyawan akibat pengurangan jumlah bus, meningkatnya pengeluaran pengguna jasa transportasi bus umum dan kebutuhan sosialisasi, adalah beberapa masalah yang mungkin akan muncul. Hal-hal tersebut, menurut Fraksi Partai Keadilan, harus benar-benar diperhatikan.

Mawar Kusuma - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

YLKI: Pemerintah Gagal Kelola Transportasi Publik
New Armada Kebut Pesanan Bus Way
Tarif Busway Lebih Murah Dibanding Bus Biasa
Bianglala Tolak Alihkan Rute Dari Busway
Three in One Blok M-Kota Pukul 06.30-20.00 WIB

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data