Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Korban Penggusuran Mengadu ke DPR
10 Desember 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta: Korban penggusuran se-Jakarta meminta rumah yang layak untuk tempat tinggal. Sebab, saat ini mereka bertempat tinggal di Komnas HAM. Hal ini disampaikan warga korban penggusuran saat bertemu Komisi VII DPR di gedung DPR/MPR, Jakarta, Rabu (10/12). Warga yang mengadu berasal dari Kali Adem, Cengkareng Timur, Jembatan Besi dan Tanjung Duren.

Menurut salah satu korban penggusuran, Omi, 54 tahun, dari Cengkareng Timur, ia meminta rumahnya kembali. "Saya membangun rumah itu sendiri di Kampung Baru," katanya. Ia mengaku sudah tiga bulan ia menetap di Komnas HAM, setelah rumahnya digusur pemerintah. "Kami butuh rumah yang layak," katanya.

Omi mengatakan, warga korban gusuran meminta pekerjaan bagi mereka. "Yang sopir ya jadi sopir yang dagang ya berdagang," ujarnya. Hingga saat ini, para warga korban gusuran tidak bekerja. Anak-anak mereka pun juga tidak bersekolah.

Selain itu, mereka juga mendesak agar warga korban penggusuran yang kini ditahan, dilepaskan. Menurut warga, saat ini ada lima warga Cengkareng Timur yang masih berada di dalam sel Polres Jakarta Barat.

Menurut Kristina Widiantarti, anggota paguyuban antipenggusuran, kedatangan warga memberikan informasi kepada DPR. Namun, Komisi VII baru akan mendiskusikan masalah penggusuran.

Di depan anggota Dewan, Kristina menyampaikan beberapa tuntutan. Di antaranya adalah warga minta segala bentuk penggusuran paksa dihentikan, dan pemerintah diminta tanggungjawabnya untuk memberi tempat tinggal yang layak bagi warga miskin kota. Ia juga mengatakan, dana sebesar Rp 52 miliar dari APBD yang digunakan untuk proyek penggusuran agar dihentikan.

Diluar gerbang DPR terlihat 500 orang warga korban penggusuran yang melakukan demo. Mereka datang dengan menggunakan 15 buah metromini.

Agriceli - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Korban Penggusuran dan Mahasiswa Demo di HI
Warga Tanjung Duren Selatan akan Duduki Bekas Rumah Mereka
Besok, Kampung Pedongkelan akan Dibongkar
Pengacara Warga Minta Ketua PN Jakarta Barat Dihadirkan
Giliran Halim Perdanakusuma yang akan Digusur

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data