|
Jakarta
Korban Penggusuran dan Mahasiswa Demo di HI
10 Desember 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Korban penggusuran bersatu dengan mahasiswa di bundaran Hotel Indonesia untuk berdemo. Mereka memanfaatkan momentum Hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia yang jatuh hari ini (10/12) untuk menyuarakan protes atas tindakan pemerintah yang dinilai tidak mengindahkan HAM.
Marlo Sitompul, Koordinator Persatuan Rakyat Tergusur, kepada Tempo News Room, Rabu (10/12), mengatakan para korban penggusuran bergabung dengan mahasiswa sejak pukul 10.00 WIB. "Tidak ada keberatan dari mahasiswa, karena bagaimanapun kami sama-sama korban dari kekuasaan negara," ujarnya.
Menurut dia, ada sekitar 600 orang korban gusuran yang datang berkelompok sesuai asal daerah masing-masing. "Dari Jembatan Besi ada 150 orang yang terangkut dengan 3 bus, Cengkareng 4 bus, dan warga gusuran Kali Adem 2 bus," kata Marlo. Sementara korban gusuran dari Cengkareng juga menyusul ke bundaran HI.
Tuntutan korban penggusuran masih sama seperti demo mereka yang lalu, yaitu tolak penggusuran dan menuntut perumahan yang layak bagi rakyat. "Selain itu kami menuntut agar kawan-kawan korban penggusuran yang ada di tahanan rutan Salemba segera dibebaskan," kata Marlo. Bagaimanapun, ujarnya, mereka melawan petugas saat itu karena ingin mempertahankan hak mereka.
Rencananya, mereka akan segera meninggalkan bundaran HI sekitar pukul 11.00 ini untuk menuju kantor DPR/MPR. Di sana mereka ingin mengajukan tuntutan itu kepada wakil rakyat. "Jika tidak diterima kami akan orasi saja di depan gedung," kata Marlo.
Para korban gusuran mencair menjadi satu dengan mahasiswa. Mereka membawa spanduk, bendera simbolisasi korban gusuran yang berwarna merah. Isi poster yang dibawa antara lain tuntutan, "Adili Sutiyoso", "Rumah Layak Untuk Rakyat", dan "Perbanyak Subsidi Untuk Rakyat".
Anastasya - Tempo News Room
|