Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Sisa Anggaran Dipakai untuk Beli Mobil Dinas Pemda
09 Desember 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sisa anggaran mobil dinas lurah dialokasikan untuk pembelian mobil dinas Pemda DKI Jakarta. "Sisa dana tidak kami salahgunakan, kami gunakan untuk penambahan pembelian mobil," kata Kepala Biro Perlengkapan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Rama Boedi, di kantornya kepada Tempo News Room, Senin (8/12).

"Selisih dana kita anggarkan untuk membeli mobil Mitsubishi Kuda untuk operasional yang lain," ujar Rama. Dengan penghematan ini, Pemda Jakarta berhasil membeli 45 mobil sejenis. Mobil-mobil tersebut dialokasikan ke sejumlah biro-biro dan dinas-dinas di lingkungan Pemda. Selain itu, juga diberikan ke organisasi-organisasi lain antara lain, KPU, Panwaslu, MUI dan Kwartir daerah. Pembagian ini diatur berdasarkan SK Gubernur No. 1700/1997.

Menyikapi dugaan dari berbagai pihak yang mempertanyakan tentang pembelian mobil Mitsubishi Kuda untuk 256 lurah yang lebih murah dari APBD, Sutiyoso mengatakan bahwa, dalam anggaran tersebut tidak pernah menyebutkan tentang merek kendaraan operasional. Sebelumnya ada yang menduga bahwa mobil dinas dalam anggaran tersebut adalah Kijang Kapsul yang harganya lebih mahal. "Tidak pernah ada penyebutan Kijang Kapsul dalam anggaran tersebut," kata Kepala Bagian Humas, Muchayat.

Mobil dinas tersebut diberikan untuk tujuan mobilitas dari para lurah, jadi bukan untuk mobil pribadi. "Makanya kita berikan yang efektif, murah dan cocok untuk mereka," ujar Sutiyoso. Menurut Rama, disamping lebih efektif mobil Mitsubishi Kuda memiliki kelebihan jika dibandingkan Kijang Kapsul. Walaupun harganya lebih murah, kata Rama, "Mobil Mitsubishi Kuda pakai AC dan power stering. Jadi lurah tidak perlu nambah lagi."

Namun Rama mengeluhkan adanya lurah-lurah yang tidak bangga menggunakan mobil tersebut. Karena dipintu mobil terdapat tulisan kendaraan operasional lurah. "Sudah ada yang saya tegur dengan masalah ini, tapi bukan kewenangan kami untuk memberikan sanksi," ujarnya. Masih menurut Rama, lurah-lurah tersebut disamping malu juga takut ditimpuki massa terkait dengan penggusuran jika menggunakan mobil tersebut.

Mawar Kusuma - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Aparat Beri Garis Pembatas untuk Pedagang di Senen
Ratusan Pedagang di Jakarta Pusat Ditertibkan
Pengerukan 13 Sungai di Jakarta Selesai Desember
PT Thames: Kenaikan Tarif untuk Investasi
Pemprov DKI Cari Partner Perpakiran Baru

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data