|
Jakarta
Warga Menduga Kebakaran Kapuk Muara Sabotase
09 Desember 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kebakaran yang terjadi di Kapuk Muara, Jakarta Utara, disinyalir karena adanya sabotase pihak luar yang tidak senang terhadap pemukiman tersebut. Sebelumnya, di lokasi ini telah terjadi dua kali percobaan pembakaran.
Kebakaran seluas 1 hektare di Kampung Empang Damai, Kelurahan Kapuk Muara, Jakarta Utara, terjadi Minggu (7/8), dini hari saat para pemilik rumah mudik Lebaran. Rumah yang terbakar sebanyak 200 buah yang dihuni sekitar 250 kepala keluarga dan 4000 jiwa. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut.
"Tapi, sejauh ini belum ada indikasi siapa yang bertanggungjawab terhadap kebakaran tersebut," kata Ketua RT 10 Kampung Empang Damai Sudirman, 33 tahun, di Kapuk Muara, Jakarta Utara kepada wartawan, Senin (8/12).
Indikasi sabotase tersebut, kata dia, terlihat dari penyebab terjadinya kebakaran yang aneh. Api diduga berasal dari rumah paling sudut milik Rahman yang dalam keadaan kosong karena ditinggal pulang kampung. "Nggak mungkin kalau itu dari listrik, wong listriknya saya matikan karena orang-orang pulang kampung," katanya.
Dia juga mengatakan bahwa di daerah tersebut pernah terjadi beberapa kali yang disinyalir percobaan pembakaran. Pertama, sekitar tahun 2000 ditemukan jerigen bensin, oli, dan solar di sebuah rumah kosong yang tidak dihuni. Kedua, sebelum puasa telah dibakar sebuah baju yang sedang digantung di rumah Ibu Sri. "Ini kejadian ketiga. Saya tidak mau menuduh, tapi kejadian ini memang aneh. Masak kebakaran terjadi saat orang-orang tidak ada di rumahnya," katanya.
Menurutnya, lahan di area tersebut yang meliputi kampung empang damai, rawa indah, empang lapangan, dan rawa elok seluas 17 ha saat ini sedang dalam sengketa. "Ada pihak luar yang merasa memiliki tanah disini," katanya.
Putri Alfarini - Tempo News Room
|