|
Depok
Pegawai KRL Pingsan Tersengat Listrik
08 Desember 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Seorang pegawai PT Kereta Api Indonesia (KAI), Nurwidi, tersengat listrik saat memperbaiki kawat saluran listrik yang terputus akibat tersangkutnya pentograf kereta rel listrik (KRL) di Stasiun UI Depok, Senin (8/12) pagi.
Nurwidi yang sempat pingsan akibat tersetrum dan terjatuh dari atap kereta itu langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhakti Yudha Depok.
Saat dihubungi Tempo News Room, Humas PT KAI Zainal Abidin membenarkan kejadian tersebut. Namun, katanya, saat ini kondisi Nurwidi sudah membaik. "Dia sudah siuman, hanya kaget saja," ujarnya.
Menurut Zainal, Nurwidi dibawa ke rumah sakit hanya untuk memastikan apakah ada benturan di kepalanya. "Tapi berdasarkan informasi dari lapangan dia tidak apa-apa, tidak ada yang patah, kaki dan tangannya cuma lecet-lecet terkena paku yang sengaja dipasang di atap kereta agar penumpang tidak naik di situ," ujarnya.
Zainal menambahkan, kejadian tersebut berawal sekitar pukul 07.15 WIB ketika pentograf KRL bernomor 452 jurusan Tanah Abang-Bogor tersangkut di kawat saluran atas tepat di stasiun UI Depok.
"Akibatnya kawat yang menggantung ke saluran atas itu putus. Karena itu harus segera diperbaiki," jelas Zainal seraya mengatakan peristiwa tersangkutnya pentograf sudah beberapa kali terjadi.
Nurwidi yang bertugas di Depo KRL Bukit Duri akhirnya diminta untuk turut membantu proses perbaikan itu. Saat tengah memperbaiki kawat saluran listrik itu ia tersengat aliran listrik. "Mungkin karena kaget dia akhirnya terjatuh dari atap," kata Zainal yang mengaku tidak tahu persis kejadian yang sebenarnya.
Zainal mengaku tidak mengetahui secara pasti asal aliran listrik itu karena berdasarkan informasi dari petugas di lapangan, ketika hendak diperbaiki listrik dalam keadaan mati.
Zainal memperkirakan listrik berasal dari jalur kereta api di sebelahnya yang memang tetap beroperasi. "Mungkin pada waktu kereta lewat ada setrum yang mengisi ke jalur sebelahnya," ujarnya.
Menurut Zainal, kondisi jalur KRL Bogor-Jakarta sudah kembali normal karena sejak pukul 11.30 kerusakan telah berhasil diatasi. Kedua jalur KRL di Stasiun UI pun dapat kembali dilewati.
Sebelumnya, akibat penutupan satu jalur di stasiun UI, KRL lain mengalami keterlambatan hingga dua jam. "Wajar saja karena jalur yang digunakan di stasiun UI cuma satu, akhirnya terjadi antrian," kata Zainal.
Namun demikian, lanjut Zainal, meskipun jalur sudah kembali normal kereta belum bisa tiba tepat waktu. "Kereta kalau sudah terlambat pasti akan terlambat terus, sebab kalau kereta menuju Depok telat otomatis saat kembali ke Bogor juga telat, tapi terlambatnya tidak terlalu lama," katanya.
Nunuy Nurhayati - Tempo News Room
|