Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Purbalingga

Banjir Rendam 312 Rumah di Purbalingga
05 Desember 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sekitar 130 warga di dua desa, yakni Cilapar dan Panolih, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga, terpaksa mengungsi karena banjir, sejak Kamis (4/12) malam hingga Jumat (5/12). Ketinggian air mencapai 160 sentimeter.

Banjir juga melanda Desa Selanegara, Kecamatan Kaligondang. Akibat banjir ini, 312 rumah dan 60 hektare sawah di tiga desa tersebut terendam air. Hingga Jumat sore, di sebagian wilayah ketinggian air mencapai
sekitar 1 meter. Berdasarkan data yang dihimpun Tempo News Room, bencana ini akibat hujan deras sehari-semalam yang mengguyur Purbalingga.

Kowo, 42 tahun, warga Dusun Kaliwadas, Desa Cilapar mengungkapkan, air mulai menggenangi pemukimannya, Kamis (4/12), sekitar pukul 18.00 WIB. Beberapa jam kemudian air terus meninggi menjadi 60 sentimeter. Tengah malam ketinggian air memuncak hingga 160 cm. "Sejak sore kami telah mengungsikan perempuan dan anak-anak ke rumah-rumah warga yang lebih tinggi," katanya. Di desa ini 236 rumah terendam air dan sekitar 70 orang mengungsi.

Wakil Bupati Purbalingga, Hartarto Rahmat, yang berada di Desa Cilapar Jumat siang mengungkapkan, Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana Alam dan Pengungsian (Satlak PBP) Pemerintah Kabupaten Purbalingga segera menurunkan tim SAR berjumlah 5 personel untuk membantu warga mengungsi. "Kami juga mengerahkan dua perahu karet untuk membantu warga," katanya.

Selain menurunkan Tim SAR, pemerintah daerah juga membagikan bantuan bahan makanan berupa beras 2 kwintal dan 5 dus mie instan. Palang Merah Indonesia Cabang Purbalingga sudah membagikan 1 kwintal beras dan 25 dus mie instan pada warga yang rumahnya terendam. Untuk mengantisipasi situasi lebih buruk, Tim SAR dan Satlak PBP membentuk Posko Banjir di tiga desa ini.

Belum ada angka pasti mengenai jumlah kerugian akibat banjir ini. "Yang pasti 60 hektare sawah, yang sebagian
besar tanaman padi, terendam air sehingga rusak," katanya. Taksiran awal, kerugian mencapai sekitar Rp 50 juta.

Ari Aji H.S. - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Sungai Batanghari Meluap
Banjir Masih Menggenangi Kota Palembang
Sutiyoso Tidak Datang, Putusan Class Action Banjir Ditunda

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data