|
Jakarta Selatan
Bocah Diculik di Pariaman, Dibuang di Cilandak
05 Desember 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Seorang bocah berusia 8 tahun ditemukan petugas Satpam Kebun Binatang Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Bocah dengan penampilan kumuh tidak terurus itu ditemukan dalam keadaan mimisan dengan bekas benturan pada kepala.
Menurut pengakuan bocah bernama Hendri Wardi, sebelumnya ia dibawa oleh dua laki-laki tidak dikenal dari rumahnya di Jalan Raya Payakumbuh Kutarajo, Sungai Laban, Kecamatan Sabari, Pariaman, Sumatera Barat.
Saat itu, kata Hendri, hari Minggu sebelum liburan puasa Ramadhan. Ia bersama temannya sedang memetik buah rambutan di dekat pekarangan rumahnya. Tiba-tiba dua lelaki berperawakan besar tak dikenal, satu di antaranya berkumis dan memiliki tahi lalat di pelipis kanan, memintanya untuk menunjukkan warung tempat membeli rokok.
Dengan polosnya, korban yang saat itu mengenakan kemeja kuning kotak-kotak dan celana panjang warna krem serta bersandal jepit, berjalan menunjukkan lokasi warung. Namun sebelum jauh berjalan, korban yang berambut lurus dengan potongan bulat mengikuti bentuk kepala, langsung disekap.
Ia kemudian dimasukkan ke dalam mobil sedan warna hitam. Di dalam mobil, tangan korban diikat ke belakang dengan tambang. Mendapat perlakuan demikian, korban ketakutan dan menangis.
Di perjalanan, pelaku penculikan menanyakan nomor telepon rumah korban. Sambil menangis korban menjawab tidak tahu. Bukan perlakuan manis yang didapatkan korban, ia malah ditampar dan dibentak pelaku agar tidak menangis lagi. Penculik kemudian membawanya ke Jakarta dengan sedan tersebut.
Sampai di Jakarta, korban yang saat ini ditampung di rumah salah satu Anggota Polwan Pasar Minggu Brigadir Rahayu, dibuang ke jalan di depan Mal Cilandak. Saat itu, kata korban, ia terjatuh dan hidungnya mimisan.
Korban juga mengaku kelaparan karena sepanjang perjalanan hanya diberi makan beberapa kali. Dalam keadaan seperti itu, seorang pejalan kaki yang mengenakan pakaian olahraga membawanya ke Kebun Binatang Ragunan.
Ia berada di Ragunan sekitar seminggu. Selama itu, ia tidak pernah berganti pakaian. Ia mandi, tidur, serta bermain di Terminal Ragunan.
Menurut pengakuan korban yang saat ini tercatat sebagai pelajar kelas dua SDN 03 Sungai Laban Pariaman, selama di Ragunan ia tidak pernah minta-minta dan hanya makan bila diberi orang.
Melihat keadaan korban yang berbeda dengan anak jalanan lainnya dan mengetahui ia berasal dari Sumatera Barat, korban kemudian dibawa seseorang ke Polsek Pasar Minggu hingga akhirnya ditemukan Rahayu pada Selasa pagi (2/12).
Menurut pengakuan korban, yang sehari-harinya lebih fasih berbahasa Padang, ayahnya adalah Kepala Sekolah SDN 03 Sungai Laban Pariaman, sedangkan ibunya, ibu rumah tangga biasa. Ia anak keempat dari lima bersaudara dan bersekolah di tempat yang sama tempat ayahnya mengajar.
Korban mengaku tidak mengenal siapa orang yang menculiknya. Ia juga sebelumnya tidak pernah melihat kedua orang tersebut.
Menurut Brigadir Rahayu, sejauh ini belum diketahui motif di belakang penculikan. Namun ia menduga kemungkinan pelaku bermaksud melakukan tindak pemerasan terhadap orangtua korban. Karena tidak berhasil mendapat nomor kontak orang tuanya, korban kemudian dibuang oleh penculiknya.
Rahayu sendiri menyimpulkan korban berasal dari keluarga berada. Selain dilihat dari pakaian yang dipakainya saat penculikan terjadi, selama tinggal di rumah Rahayu korban berperilaku sopan dan terdidik. Korban yang memanggil ibu pada Rahayu juga sering meminta pulang untuk bertemu orangtuanya.
Untuk mempertemukan korban dengan orangtuanya, Rahayu sudah mengontak kantor Kelurahan Pariaman yang saat ini sedang berusaha mencari alamat orang tua korban.
Rahayu berharap berita ini segera tersiar dan didengar oleh orang tua korban sehingga korban dapat bertemu orangtuanya. Rahayu juga mengatakan jika ada yang mengenali korban, ia bisa menghubungi Polsek Pasar Minggu.
Sunariah – Tempo News Room
|