Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Pemprov: Pertambahan Penduduk Jakarta Menurun
04 Desember 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta Sylviana Murni mengatakan pertambahan penduduk Jakarta setelah lebaran menurun sebesar 12 persen dibandingkan tahun lalu.

“Itu hasil dari pemantauan dan pendataan yang dilakukan sampai dengan tujuh hari setelah lebaran,” kata Sylviana ketika dihubungi Tempo News Room, Kamis siang (4/12).

Sylviana mengatakan tahun ini arus mudik tercatat 2.816.384 jiwa, sedangkan arus balik 3.021.214 jiwa, atau mengalami kenaikan sebesar 204.830 jiwa.

“Kita peroleh ini dari pendatang melalui jalur kereta api, bus di terminal dan bandara. Data-data akan terlengkapi lagi setelah pendatang mendaftarkan diri ke kecamatan,” katanya.

Sementara data tahun lalu (2002) tercatat arus mudik 2.643.273 jiwa dengan arus balik 2.874.893 jiwa, atau ada pertambahan 231.528 (8,76%).

Dinas Kependudukan telah menggelar pemantauan dan pendataan arus mudik dan arus balik di DKI Jakarta pada 18 November 2003 sampai 3 Desember 2003 berdasarkan Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 11 Tahun 1988 tentang Ketertiban Umum.

Menurut Sylviana, alasan terjadi penurunan antara lain karena gencarnya upaya penggusuran yang dilakukan Pemerintah DKI. “Kondisinya tidak memungkinkan untuk tinggal di Jakarta,” ujarnya. Ia memperkirakan kemungkinan pendatang menunda waktu untuk ke Jakarta.

Selain itu, menurut Sylviana, warga luar Jakarta yang datang bukan lagi untuk menetap tetapi hanya untuk transit. “Misalnya sebagai buruh di Tangerang,” katanya.

Slyiana mengatakan kebanyakan penduduk yang datang ke Jakarta berasal dari Jawa Barat, yaitu dari daerah Indramayu dan Kuningan. Selain itu pendatang juga berasal dari Banten, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogya, dan Sumatera Barat.

Sylviana menambahkan, pihaknya akan menggelar operasi yustisia kembali di bulan Desember ini. “Dalam waktu dekat,” tandasnya. Saat ini, katanya, pihaknya sedang mengadakan koordinasi dengan pihak Kota Madya dan Badan Koordinasi Penanggulangan Urbanisasi.

Operasi itu digelar bekerja sama dengan lima wilayah Kota Madya di DKI, Dinas Bina Mental Kesejahteraan Sosial, Dinas Ketentraman dan Ketertiban, dan Polda Metro Jaya.

Martha Warta - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

APBD 2004 Jakarta Naik Rp. 550 Miliar
Rencana Kenaikan Air Minum Dipertanyakan
Paguyuban Warga Antipenggusuran Unjuk Rasa
Bantuan Kemanusiaan Tidak Salah Sasaran
Buruh Bongkar Muat Sunter Beroperasi Liar

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data