|
Jakarta Utara
Pasir Timah Ilegal Diselundupkan Bersama Pemudik
04 Desember 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Penyelundupan 714 karung pasir timah berhasil digagalkan oleh TNI Angkatan Laut.
Pasir timah senilai Rp 1 miliar itu diselundupkan dalam tujuh truk dan masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, dengan kapal angkutan Lebaran, Srikandi, bersama ratusan pemudik.
Asisten Intelijen Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut II Letkol Marinir Widad Prasojo Aji membenarkan soal penangkapan itu. Menurut Widad, kapal itu ditangkap, Senin (1/12).
"Kami sudah menahan 12 orang sopir truk dan keneknya," kata Prasojo kemarin. Hingga kemarin, Lantamal II belum berhasil mengungkap dalang penyelundupan pasir timah dari Belitung itu.
Penangkapan tujuh truk pengangkut pasir yang bisa diolah menjadi timah itu bak aksi di film laga. Menurut sumber Koran Tempo, Senin (1/12), 50 personel Angkatan Laut sudah siaga di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok sejak pukul 08.00 WIB.
Dengan laras panjang dan ditemani sejumlah provost, mereka waswas menunggu kapal Srikandi yang berangkat dari Pangkal Balam, Belitung. "Para penyelundup pasir timah ini cukup jeli memanfaatkan kesibukan arus mudik Lebaran," kata sumber tersebut.
Namun, kedatangan para penyelundup itu sudah diendus Lantamal II sejak di Pulau Damar. Karena itu ketika Srikandi merapat di dermaga 007, Tanjung Priok, pasukan Angkatan Laut langsung menyergap sopir-sopir truk yang ada di kapal itu.
Ada delapan truk yang disergap, namun satu truk berisi udang dengan dokumen komplet. Tujuh truk lainnya berisi pasir timah seberat 40 ton. Pasir-pasir itu disembunyikan di balik tumpukan besi bekas, gabus bekas, dan kardus.
"Ini modus baru penyelundupan," kata Kepala Satuan Reserse Polres Kepolisian Pelaksana Pengamanan Pelabuhan Tanjung Priok Ajun Komisaris Polisi Sarjiyo.
Prasojo menduga penyelundupan itu melibatkan sindikat internasional. Pasir timah itu, kata dia, sengaja dikirim ke Jakarta untuk dimasukkan ke dalam kontainer dan kemudian diekspor ke Singapura.
Para penyelundup itu memilih jalur Belitung-Tanjung Priok untuk menghindari penjagaan laut yang ketat. Lagi pula, jalur mereka yang lama, yakni Belitung-Merak, telah terbongkar pada 1 Agustus lalu. Petugas Lantamal II menangkap 12 truk bermuatan pasir timah.
"Minimal sebulan dua kali mereka memasukkan barang tersebut dari Belitung ke Tanjung Priok," ujar Prasojo.
Ramidi/Rheny W - Tempo News Room
|