|
Jakarta
Pembangunan Banjir Kanal Timur Rp 4,9 Triliun
03 Desember 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Gubernur Daerah Khusus Ibukota Sutiyoso mengungkapkan masalah banjir yang sudah menjadi hal klasik di Jakarta, tidak akan bisa teratasi tanpa adanya pembangunan Banjir Kanal Timur. "Jangan mimpi banjir dapat diatasi tanpa pembangunan Banjir Kanal Timur," katanya dalam rapat kerja bersama Komisi VIII di gedung DPR RI, Rabu (3/12).
Dalam pembangunan Banjir Kanal Timur yang menjadi masalah adalah biaya pembangunan yang tinggi, yaitu mencapai Rp 4,9 triliun. Untuk itu, dana pembangunan proyek Banjir Kanal Timur akan dibiayai pemerintah pusat dan pemerintah daerah provinsi DKI dengan pembagian Rp 2,4 triliun oleh pemda DKI sedangkan sisanya sebanyak Rp 2,5 triliun ditanggung pemerintah pusat.
Menurut Sutiyoso, biaya yang akan dikeluarkan pemda DKI digunakan untuk pembebasan lahan. Sedangkan dana pemerintah pusat akan dipakai untuk pembangunan fisik proyek Banjir Kanal Timur.
Namun Sutiyoso mengkhawatirkan dana yang janjikan oleh pemerintah pusat akan akan batal terrealisasi, apalagi jika setelah pemilu terjadi pergantian kepemimpinan di pemerintahan. Sehingga Gubernur DKI memerlukan dukungan dari DPR untuk melakukan tekanan politik.
"Sebaiknya uang yang dijanjikan pemerintah pusat sebesar Rp 2,5 triliun ditaruh di bank yang dapat diakses oleh pemda," katanya. Dirinya meyakinkan kepada anggota DPR bahwa proyek tersebut sangat penting untuk menanggulangi masalah banjir di Jakarta.
Selain pembuatan Banjir Kanal Timur, untuk mengatasi masalah banjir di Jakarta, juga akan dibangun kantong-kantong penampung air seperti danau di sekitar Jakarta seperti, di daerah Depok dan Puncak. Untuk membuat daerah kantong-kantong air, menurut Sutiyoso diperlukan dana Rp 17 triliun. "Banjir juga harus diselesaikan secara makro mulai dari asal sungai seperti Bogor dan Bekasi," katanya.
Priandono Kusumo - Tempo News Room
|