|
Tidak Ada Lonjakan Arus Balik di Tanjung Priok
02 Desember 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Suasana arus mudik di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (2/12), berlangsung normal alias tidak mengalami lonjakan berarti. Empat kapal yang sandar dan berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok, rata-rata mengangkut penumpang dibawah kapasitas yang disediakan.
Kapal Motor (KM) Bukit Siguntang, berangkat dari Terminal Penumpang Tanjung Priuk bersama KM Mabuhay, KM Senopati dan KM Ciremai. Kapal yang memiliki rute pelayaran Tanjung Priuk-Belawan ini hanya mengangkut 2041 orang, padahal kapasitas tempat duduk kapal ini 2510 orang.
Kapal Ciremai, yang memiliki kapasitas tempat duduk 2612, hanya membawa penumpag arus balik sebanyak 869 orang. Kapal Mabuhay, yang memiliki kapasitas 800, hanya membawa penumpang arus balik sebanyak 672. Kapal Senopati, yang berkapasitas 650 orang, hanya mengangkut 596 penumpang.
Menurut Kepala Terminal Penumpang Nusantara Pura, Pelabuhan Tanjung Priok, Soetirta, secara umum angkutan mudik tahun ini mengalami penurunan hingga 40 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah total penumpang sebelum Lebaran yang melalui Tanjung Priok terhitung sejak 17 hingga 23 November mencapai 30.326 penumpang dari 20 kapal laut yang dikerahkan. Sedang jumlah penumpang arus balik, terhitung 24 sampai 30 November total mencapai sekitar 15.000 penumpang dari 17 kapal yang dikerahkan.
Diakui Soetirto, jumlah penumpang yang melalui pelabuhan ini dari tahun ke tahun terus turun. Hal itu akibat perang tarif yang dilakukan oleh pelayanan transportasi udara. Aktifitas pelabuhan selama arus mudik ini juga terhitung menurun.
Soetirto mengatakan, selama kegiatan pelayanan arus balik ini, pihaknya belum menerima laporan adanya kejadian menojol. ?Kasus kehilangan atau kecopetan juga tidak ada,? ujar Soetirto yang ditemui Tempo News Room sedang bermain catur dengan anggotanya di lobi pelabuhan.
Ramidi - Tempo News Room
|