|
Jakarta
Kereta Anjlok, Arus Balik Terlambat 9 Jam
01 Desember 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Suasana arus balik di hari keempat setelah Lebaran kemarin diwarnai tertundanya kedatangan serta keberangkatan sejumlah kereta api hingga 9 jam. Penyebab utamanya adalah anjloknya kereta tangki bahan bakar minyak di daerah antara Tegal-Prupuk, Brebes, dua hari lalu.
Kereta anjlok juga terjadi lagi semalam di jalur ini, yang menimpa Kereta Api Kertajaya tambahan kelas ekonomi, jurusan Pasar Senen-Surabaya.
Keterlambatan terparah dialami Kereta Api (KA) Bangunkarta jurusan Jombang, Jawa Timur-Jakarta. Kereta yang seharusnya tiba di Pasar Senen, Jakarta, pada pukul 04.16 WIB kemarin, baru tiba pukul 13.50. "Silakan hitung sendiri keterlambatannya," kata Wakil Kepala Stasiun Pasar Senen Pranoto kepada Koran Tempo kemarin di kantornya, Jakarta.
Kereta lainnya, baik kelas eksekutif maupun ekonomi, rata-rata terlambat 5-8 jam. KA Argo Muria jurusan Semarang-Jakarta misalnya, yang seharusnya tiba di Jakarta pukul 10.37, baru muncul pada pukul 15.30.
Sementara itu, KA Argo Anggrek Lebaran jurusan Surabaya-Jakarta pukul 06.04, baru sampai 13.25, KA Gaya Baru Malam Selatan jurusan Surabaya-Jakarta pukul 05.30, baru datang pukul 13.30. KA Fajar Utama Semarang pukul 02.46, tiba pukul 06.10, dan KA Senja Utama Yogyakarta pukul 03.22, tiba pukul 08.15.
Keterlambatan itu otomatis membuat penumpang dari Jakarta harus rela tertunda keberangkatannya ke berbagai daerah. Rata-rata mereka harus menunggu selama 2 jam. KA Gaya Baru Malam Selatan, misalnya, yang mestinya berangkat pada pukul 11.55, baru berangkat pukul 14.15.
Menurut juru bicara PT Kereta Api Indonesia Zainal Abidin, kereta tangki yang membawa 13 gerbong minyak solar dari Cilacap menuju Tegal itu anjlok sekitar pukul 17.00, dua hari lalu. Pihaknya segera berupaya mengembalikan dua dari 13 gerbong yang anjlok itu pada jalurnya.
Namun, penyelesaian rintang jalan ini membutuhkan waktu lama, dan baru rampung sekitar pukul 23.30, dua hari lalu. "Karena ini gerbong ketel bermuatan penuh bahan bakar solar, proses pelurusannya agak berat," ujarnya.
Belum lagi keterlambatan itu teratasi, kereta anjlok terjadi lagi semalam. Kali ini menimpa KA Kertajaya, jurusan Jakarta-Surabaya. Menurut Zainal, kereta anjlok pukul 21.04 WIB akibat dua asnya patah. Dia belum tahu penyebab anjloknya kereta yang membawa 12 rangkaian gerbong dengan 600 penumpang itu.
Pihaknya mengkhawatirkan akan tertahannya sedikitnya 10 rangkaian kereta reguler maupun kereta tambahan yang kemarin sore berangkat dari Jakarta. "Kalau perbaikannya tidak selesai satu atau dua jam, kemungkinan kereta-kereta itu akan terhambat semua," katanya.
Peristiwa ini adalah yang kesekian kalinya bagi PT KAI selama Lebaran ini. Sebelumnya, pada Jumat (28/11), KA Gaya Baru Malam Selatan jurusan Surabaya-Pasar Senen anjlok di Ketanggungan-Ciledug, Cirebon, juga karena patah asnya. Adapun pada 17 Novembar, KA Argo Lawu mengalami hal yang sama di daerah Banyumas.
Sementara itu, pemudik yang menggunakan kendaraan bermotor kemarin mengalami kemacetan di jalur Pantura. Kemacetan lalu lintas antara lain terlihat di Losari hingga Gebang, karena adanya pasar tumpah di Gebang. Polisi pun mengalihkan arus ke jalan alternatif dari Ketanggungan-Ciledug-Waled hingga masuk tol Palikanci.
Namun, di pintu masuk tol Kanci, Cirebon, pemudik dihadang lagi kemacetan. Antrean kendaraan mencapai sekitar 5 kilometer. Kendaraan pun hanya bisa dipacu dengan kecepatan sekitar 5 km/jam. Di pintu tol Plumbon, Cirebon, bahkan kemacetan terjadi sepanjang 7 kilometer.
Untuk menghindari kemacetan yang lebih parah, aparat kepolisian sempat mengalihkan kendaraan, terutama roda dua, saat memasuki pertigaan Kedawung, Cirebon, dialihkan menuju Jalan Pilang, Wahidin, Jalan Raya Gunung Jati, langsung menuju ke Krangkeng, Indramayu.
Di terminal bus di Jakarta, keriuhan arus balik terlihat di Pulogadung. Sementara itu, di Lebak Bulus dan terminal bus di Bekasi, relatif sepi. Di Bandara Soekarno-Hatta, pemudik juga terus berdatangan.
Basuki, Koordinator Lapangan Posko Lebaran, menjelaskan, kemarin jumlah penerbangan di Cengkareng meningkat hingga 40 persen ketimbang hari-hari biasa.
Rurit/Nafi/Rinny/Ivansyah/Ulfa/Anastasya/Theo - Tempo News Room
|