Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bekasi

Seorang Tewas Jatuh dari KA Gaya Baru
28 November 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta: Permintaan Edi Priyatno, 20 tahun, untuk minum, tak terpenuhi. Pria asal Desa Sliyeg Lor RT 06/02, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat ini terlebih dahulu menemui ajal karena jatuh dari Kereta Api (KA) Gaya Baru arah Jakarta di Stasiun Kranji Bekasi, Jumat (28/11) siang. "Waktu itu dia sempat minta dibeliin Aqua botol, tapi sewaktu air minumnya akan saya berikan, ternyata dia sudah jatuh dari kereta," kata Aripin, 25 tahun, rekan sekampung Edi ketika ditemui di kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah Bekasi.

Aripin bercerita, Edi pergi ke Jakarta dari Indramayu, untuk mengadu nasib di Jakarta. Rencananya pria lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama ini hendak belajar mengendarai bajaj ke Aripin, yang memang berprofesi sebagai sopir bajaj dalam dua tahun ini.

Dari hasil menjadi sopir bajaj tersebut, Aripin mengaku bisa membawa pulang uang antara Rp 25 ribu - Rp 30 ribu per hari. "Nah, mungkin karena itulah akhirnya Edi pun tertarik untuk menjadi sopir bajaj," katanya sambil menjelaskan bahwa selama di kampung sang almarhum ternyata tidak memiliki pekerjaan tetap.

Lebih lanjut Aripin menceritakan, mereka meninggalkan kampung halaman sekitar pukul 07.00 WIB. Dari kampung mereka menggunakan angkutan umum untuk menuju stasiun KA Ajibarang, Indramayu.

Sekitar pukul 08.00 WIB, KA Gaya Baru dari arah Surabaya tiba di stasiun. Aripin dan Edi pun masuk ke dalam kereta yang sudah tampak padat oleh pemudik yang hendak kembali ke Jakarta. Edi hanya bisa berdiri di dekat pintu keluar. Karena lelah akhirnya Edi duduk di pintu kereta, sedangkan Aripin tetap berdiri di belakang Edi.

Namun ketika kereta api yang ditumpangi mereka melintas di stasiun Kranji, tiba-tiba ada dorongan dari arah dalam. Padahal saat itu, kereta masih melaju. Lalu, Edi terjatuh.

Menurut seorang penjual koran yang berada di stasiun, Hendra, 14 tahun, dia sempat melihat ada seorang pria terjatuh dari kereta. "Saya melihat orangnya sempat terjatuh ke peron, tetapi karena bajunya tersangkut akhirnya dia terus terseret kereta hingga bagian tubuhnya terlindas,’’ tuturnya.

Seorang petugas operasional stasiun Kranji, Dadan Hadiman, menyesalkan tewasnya seorang penumpang akibat terjatuh dari kereta. Ia pun menyatakan bahwa saat ini tingkat kedisiplinan penumpang kerta api sudah pada taraf buruk. "Padahal kita kan sudah sering memberikan peringatan, tetapi heran mereka terus saja membandel,’’ katanya.

Siswanto - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Arus Balik Menurun
"Jalur Tengkorak" Kembali Telan Korban
Pemudik Masih Berdatangan di Terminal Tirtonadi
Petugas Tol Cikopo Sambut Arus Balik ke Jakarta
Jalur Tengah dan Pantura Mulai Padat

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data