Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta Utara

Relokasi Nelayan Kali Adem Belum Jelas
27 November 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta: Nelayan Kali Adem, Jakarta Utara belum ada yang pindah ke Indramayu, meskipun hampir semua warga sudah mendengar rencana tersebut. Warga sendiri setuju atas rencana kepindahan itu karena alasan perbaikan kehidupan.

Relokasi warga Kali Adem ke Indramayu berawal dari ide Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah Soenarno. Kemudian ide ini dilontarkan langsung ke pemerintah Daerah Indramayu. Bupati Indramayu pun sempat berkunjung ke daerah Kali Adem. “Tapi belum ada realisasinya,” kata Ketua Serikat Nelayan Tradisional Tajidin ketika ditemui di tenda darurat, Kamis (27/11).

Menurut Tajidin, saat ini Bupati Indramayu sedang sakit tipus sehingga harus beristirahat. Pertemuan untuk membicarakan masalah relokasi sudah dilakukan beberapa kali. “Hanya rapat saja tidak ada langkah kongkrit,” ujar Tajidin.

Daerah yang disediakan untuk nelayan Kali Adem, memungkinkan mereka untuk tetap menjadi nelayan. “Kami tidak pindah profesi,” kata Tajidin. Namun para nelayan belum mengetahui secara pasti bagaimana keadaan di daerah relokasi tersebut. Akan tetapi para nelayan lebih memilih tinggal di tempat baru daripada terus tinggal di daerah Kali Adem.

Hingga saat ini belum ada solusi yang jelas mengenai masalah pemukiman bagi nelayan Kali Adem. “Tidak mungkin kami terus tinggal di kapal,” tuturnya.

Mengenai rencana pembuatan rumah susun bagi warga Kali Adem, Tajidin mengutarakan rasa pesimisnya. Para nelayan akan mengalami kesulitan mendapatkan rumah susun. Apalagi bagi nelayan yang tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk. “Pasti terbentur dengan persyaratan dan biaya untuk menyewa rumah susun,” kata Tajidin.

Hingga saat ini, para nelayan beserta keluarga mereka mendiami gubuk-gubuk sementara berukuran 2x3 meter yang dibangun di atas Sungai Muara Angke. Di dalam rumah dipenuhi barang-barang, sehingga anggota keluarga tidak dapat tidur semuanya di dalam rumah sementara itu. Sebagian terpaksa tidur di kapal atau di posko darurat yang dibangun atas bantuan donatur.

Sekitar gubuk yang dibangun tertimbun sampah yang tidak bisa terurai. Sampah ini berasal dari perkampungan nelayan Kali Adem sendiri. Terlihat banyak tikus bekeliaran di sekitar perkampungan nelayan. Jalan kecil di pinggir perkampungan yang digunakan untuk lewat juga tertimbuni sampah. Beberapa bagian jalan tergenang air sungai.

Pemukiman nelayan di sudut lain terbuat dari papan-papan, tanpa pintu. Tempat tinggal sementara ini letaknya saling berdampingan satu sama lain. Atap tempat tinggal hanya dari terpal biru, yang juga sumbangan dari para donatur.

Agriceli - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Warga Kali Adem Bersedia Dipindahkan
Korban Penggusuran Rayakan Lebaran di Komnas HAM
Komnas: Perhatikan Hak Korban Penggusuran
Warga Setiabudi Datangi DPRD DKI
Pengacara: Warga Tanjung Duren Bukan Liar

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data