Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta Utara

Gubernur Sutiyoso Buka Puasa Bersama 3.000 Anak Yatim
24 November 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta: Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Sutiyoso, berbuka puasa bersama 3.000 anak yatim di Islamic Center, Kramat Tunggak, Jakarta Utara, Senin (24/11) sore. "Saya memang impikan suasana seperti ini. Saya sulit bagi waktu untuk buka puasa dalam jumlah yang besar," tuturnya saat memasuki masjid Islamic Center.

Acara Takbir Akbar Nasional kali ini mengambil tema menjalin kebersamaan membangun bangsa. Dalam acara tersebut, Sutiyoso akan memberikan sambutan takbir.
Takbir Akbar ini, kata Sutiyoso, dapat dijadikan forum silaturahmi nasional.

Menurut Ketua Pelaksana Takbir Akbar Nasional, Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia, Rudjito, usai buka bersama, beberapa pejabat akan memberikan santunan bagi anak yatim. Dana bantuan untuk anak yatim tersebut berasal dari Bank Danamon, Bank Rakyat Indonesia, dan sebuah perusahaan dari Medan, Graha Ledang Prima.

Saat ibadah magrib, kata Rudjito akan dilakukan zikir dan takbir, dipimpin khatib Al-Sagaf Al-Mahdi, Moammar Z.A, dan Rhoma Irama.

Rencananya, usai ibadah salat Isa, Presiden Megawati Sukarnputri, Wakil Presiden, Hamzah Haz, dan Ketua DPR, Akbar Tandjung, akan hadir, untuk membuka acara ini. "Ada sembilan bedug untuk membuka takbir akbar," kata Rudjito.

Sembilan bedug itu, kata Rudjito akan dipukul oleh para pejabat tersebut dan tiga khatib. Pemilihan sembilan bedug, kata Rudjito, didasarkan atas konsep dekorasi Sembilan Wali.

Tamu undangan yang akan hadir yaitu Taufiq Kiemas dan Ketua MUI Pusat. Para pengunjung, kata Rudjito, terbatas pada masyarakat sekitar Kramat Tunggak dan undangan khusus.

Menurut Sutiyoso, tempat Islamic Center dipilih untuk mensosialisasikan Islamic Center sebagai tempat bersejarah di Kramat Tunggak. "Yang dulunya hitam pekat menjadi putih bersih," kata Sutiyoso. Kramat Tunggak adalah bekas daera pelacuran di Jakarta.

Martha Warta - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Pengamanan Islamic Center Ketat
Stasiun Senen Sepi
Stasiun Gambir Sepi
Menteri Yudhoyono Minta Aparat Perketat Pengamanan Lebaran
Tiket Kereta Api Masih Tersedia

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data