Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bekasi

Penumpang Bawa Kabur Taksi dan Setoran
23 November 2003

TEMPO Interaktif, Bekasi:Seorang sopir Taksi Manuk Mira bernama Memed (45 tahun) menjadi korban perampokan. Korban dibuang di Jalan Mawar RT 2/2 Pedurenan, Bantar Gebang, Sabtu (22/11) sekitar pukul 24.00 WIB, sedangkan taksi dan setoran dibawa kabur.

Informasi yang dihimpun Tempo News Room menyebutkan awal peristiwa perampokan itu ketika Memed, warga Kampung Lebak Kongsi RT 2 RW 7 Cileungsi Kidul, Bogor, tengah berkeliling dengan kendaraan taksi untuk mencari penumpang di sekitar kawasan Cawang, Jakarta Timur.

Ketika melintas di sebuah perempatan, tiga pria menghentikan taksi yang dikemudikan Memed. Saat itu, tidak ada kecurigaan terhadap ketiga calon penumpang karena gerak-gerik mereka sedikit pun tidak menunjukkan kejanggalan. Setelah naik ke dalam taksi ketiga penumpang meminta Memed untuk mengantarkan ke Kawasan Industri Jababeka, Cikarang.

Taksi bernomor polisi B 2005 OA yang dikemudikan Memed pun melaju ke arah tujuan yang diminta ketiga pelaku. Perjalanan tidak sampai dua jam. Di sekitar perempatan Jababeka, tiba-tiba ketiga pelaku yang menyaru sebagai penumpang menodongkan sebilah pisau dapur ke leher Memed.

Seketika korban terkejut. Memed baru menyadari dirinya menjadi korban perampokan. Menyadari dirinya akan dirampok Memed tidak tinggal diam. Bapak dua anak tersebut melakukan upaya perlawanan terhadap pelaku. Laju kendaraannya sengaja dibuat berjalan zig-zag sambil berharap ada warga atau petugas polisi melakukan pertolongan. Namun sia-sia belaka usaha Memed untuk melepaskan diri dari cengkeraman ketiga pelaku.

Justru pelaku bertambah garang. Memed diancam akan dibunuh jika tidak segera menghentikan laju kendaraan. Karena teringat anak dan istri di rumah, pengemudi taksi yang biasa mangkal di perempatan Cawang UKI itu pun akhirnya menuruti kemauan pelaku.

Setelah kendaraan berhenti di tepi jalan raya yang sepi, ketiga pelaku memukul kepala korban hingga membentur ke pintu kendaraan. Setelah itu pelaku mengikat tangan dan kaki Memed dengan menggunakan tali sepatu yang sudah disiapkan. Bahkan mulut dan kedua mata Memed juga dilakban oleh pelaku.

Setelah tidak berdaya, salah seorang pelaku langsung mengambil alih kemudi taksi. Untuk menghilangkan jejak, para pelaku membawa Memed berputar-putar ke arah Bantar Gebang hingga sampai di Jalan Mawar RT 2/2 Pedurenan Bantar Gebang. Di tepi jalan kampung yang sunyi, tubuh Memed yang dalam keadaan terikat dilemparkan oleh pelaku di semak belukar.

Seluruh hasil jerih payah berupa uang sebanyak Rp 210 ribu dirampas pelaku dari celana Memed. Selain itu pelaku juga membawa surat-surat penting. Setelah itu komplotan tersebut meninggalkan korban begitu saja. Mobil taksi milik Memed juga dibawa kabur oleh pelaku ke arah Cileungsi, Jawa Barat.

Memed sendiri saat itu sudah pasrah. Namun beruntung, ada seorang warga yang kebetulan melintas dapat menemukan Memed yang sudah tidak berdaya. Saat ditemukan warga setempat sekitar pukul 24.00 WIB kondisi tubuh pria ini sudah dalam keadaan lemas karena kekurangan udara akibat mulutnya yang disumpal.

Warga yang merasa kasihan terhadap nasib korban langsung melepaskan tali dan lakban warna hitam dari tubuhnya. Setelah itu warga mengantarkan Memed untuk melaporkan peristiwa perampokan ke kantor Kepolisian Sektor Bantar Gebang.

Sementara itu ketika dikonfirmasi, Kepala Unit Reserse Intel Kepolisian Sektor Bantar Gebang Iptu Badari membenarkan aksi perampokan yang mengakibatkan korban dibuang di kawasan Bantar Gebang. Badari menduga, jika melihat modusnya, komplotan perampok itu adalah kelompok pemain lama yang sudah diincar petugas kepolisian Bekasi.

Sampai sejauh ini, kata Badari, pihak kepolisian masih melakukan upaya penyelidikan. Sejumlah petugas saat ini sudah disebar ke berbagai sudut Bekasi untuk melakukan pengejaran terhadap komplotan perampok itu.

"Dilihat dari ciri-ciri pelaku dari keterangan korban, pelaku logatnya suku tertentu (menyebutkan suku tertentu). Tapi kami masih menunggu hasil pemeriksaan," ujarnya.

Siswanto - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Sopir Taksi Dirampok Tiga Penumpangnya
Polisi Mengungkap Perampokan Truk Senilai Rp 1,3 Miliar
Motor Dirampok Saat Berpacaran
Lebih Dari 32 Juta Rupiah Dirampok
Bajing Loncat Rampok Truk Tronton di Tol

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data