|
Bekasi
Warga Mudik Menggunakan Sepeda Motor dan Bajaj
23 November 2003
TEMPO Interaktif, Bekasi:Pemandangan arus mudik menggunakan sepeda motor dan Bajaj terlihat mengular di sepanjang Jalan Bekasi menuju Cikarang hingga Cikampek pada Minggu (23/11) sekitar pukul 03.00 WIB. Hilir mudik kedua armada itu beriringan, seolah-olah sudah terkoordinasi.
Umumnya para pemudik ini berangkat dari berbagai kota di Jakarta, antara lain Grogol, Kapuk, Kebayoran Baru, dan berbagai kota di Bekasi.
Maptuko (28 tahun) salah seorang pengemudi Bajaj bertujuan Tegal menceritakan, perjalanan pulang ke kampung halaman dengan menggunakan angkutan Bajaj terasa lebih menyenangkan. Pasalnya, kata pengemudi kendaraan asal negeri India yang biasa mangkal di Grogol Jakarta, selain irit biaya bisa menikmati pemandangan lama di perjalanan.
Menurut Maptuko, untuk sekali perjalanan ke kampungnya menggunakan Bajaj cukup dibutuhkan 20 liter bensin dan 20 liter oli samping. Satu bajaj mampu mengangkut sebanyak tiga-empat orang.
Perbandingannnya, 20 liter bensin sama dengan Rp 38 ribu dan 2 liter oli Rp 18 ribu. "Bayangin kalo naik bus, satu orang bisa Rp 40 ribu sampai Rp 80 ribu," tutur Maptuko.
Pengemudi lainnya Tosim, warga Tegal. Tosim yang mengaku sudah 12 tahun menjalani profesi sebagai penarik bajaj ini juga bisa menikmati perjalanan. "Memang ada risiko bahaya, tapi kita bisa bareng-bareng," kata Tosim yang membawa istri dan anaknya menumpang Bajaj.
Selama dalam perjalanan, menurut pria yang sehari bisa memperoleh penghasilan Rp 60-80 ribu ini, bisa pula menciptakan situasi kekeluargaaan. "Kita akan saling membantu, jika terjadi apa-apa selama di jalan," ujar Tosim saat ditemui di dekat Pasar Tambun. Maptuko dan Tosim adalah bagian dari 60 pengemudi Bajaj yang mudik.
Di samping Bajaj yang berjalan pelan, sepeda motor yang dipakai mudik juga berseliweran saling mendahului satu dengan yang lainnya. Antara lain pengendara motor bernama Manto, 27 tahun, yang hendak pulang ke Kediri Jawa Timur. Kembali ke kampung halaman bertemu sanak saudara, dengan menggunakan sepeda motor diakuinya lebih nyaman dan bebas, walaupun mengandung risiko kecelakaan di tengah jalan.
Para pemudik yang mengggunakan sepeda motor dan Bajaj itu, umumnya membawa serta anggota keluarga masing-masing. Selain itu, mereka juga membawa bekal makanan dan minuman untuk disantap di tengah perjalanan. Menurut mereka, sebelum melakukan perjalanan biasanya kondisi mesin kendaraan terlebih dahulu dilakukan perbaikan. Perbaikan itu untuk mengantisipasi kerusakan mesin yang bakal ditemui di tengah jalan.
Hingga Minggu pagi, arus mudik masih terlihat di sekitar Jalan Cut Mutia hingga sepanjang Jalan Kalimalang. Sejumlah perempatan lalu lintas terjadi penumpukan kendaraan. Sejumlah petugas Polisi Lalu Lintas disibukkan dengan berjubelnya kendaraan yang saling mendahului.
Siswanto - Tempo News Room
|