|
Jakarta
Pemudik Keluhkan Asuransi di Tanjung Priok
22 November 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Sejumlah pemudik melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, mengeluhkan adanya penawaran asuransi di terminal Penumpang Pelabuhan Nusantara Pura, Tanjung Priok. Para calon penumpang yang rata-rata dari daerah itu mengaku terpaksa membayar asuransi kecelakaan, padahal sifatnya tidak wajib.
?Tapi karena mejanya di pasang di depan pintu masuk, saya kira memang syarat dari pelabuhan,? ujar Nazarudin, Sabtu (22/11), yang mengaku nyaris terkecoh dengan keberadaan para petugas asuransi di depan pintu masuk Terminal Nusantara Pura.
Menurut Nazaruddin, banyak juga penumpang yang mengaku terkecoh dan terpaksa membayar asuransi kecelakaan seharga Rp 10 ribu itu karena mengira merupakan syarat untuk masuk ke pelabuhan itu. Padahal, setahu dia, di dalam karcis Pelni yang dibelinya sudah tertera biaya untuk asuransi kecelakaan.
Humas PT Pelni, Abubakar Goyim, membenarkan bahwa didalam tiket yang dibeli para penumpang itu sudah termasuk pembayaran asuransi kecelakaan. ?Meraka sudah dijamin oleh asuransi kecelakaan? ujarnya. Besarnya nilai yang dipungut dari setiap karcis itu berkisar antara Rp 1.000 hingga Rp 1.500. Ia yang sempat meninjau ke Pelabuhan Tanjung Priok sempat marah-marah melihat keberadaan mereka di terminal tersebut.
Namun karena wilayah tersebut menjadi kewenangan Pelindo, pihaknya mengaku tidak bisa berbuat apa-apa. ?Kawasan itu otonomi PT Pelindo, kita tidak bisa mengusir mereka,? ujar Abubakar. Namun menurutnya seharusnya jangan ada penawaran asuransi di areal tersebut. Apalagi mereka berada persis di depan pintu masuk. ?Bagi mereka yang rata-rata orang kampung, ada penghadangan seperti itu dikiranya memang harus membayar, ya mereka bayar,? keluh Abubakar.
Humas PT Pelindo, Sujarwo, menjelaskan bahwa keberadan petugas asuransi itu tidak memaksa. Asuransi PT Jasindo ini, menurutnya, memang menyewa tempat di pelabuhan untuk beberapa waktu untuk memasarkan produknya.
Seperti terlihat di terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Priok, sejumlah petugas berpakaian coklat duduk berderet persis di depan pintu masuk para penumpang. Sementara sejumlah petugas lainnya berdiri di ujung pagar antrean untuk mengarahkan para penumpang yang baru masuk itu menuju meja barisan para petugas asuransi. Yang memang tidak tahu hal itu adalah penawaran sukarela, tentu akan menuju meja dan langsung menyerahkan uang Rp 10.000 untuk membayar asuransi kecelakaan.
Ramidi - Tempo News Room
|