Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Komnas: Perhatikan Hak Korban Penggusuran
21 November 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta: Komnas HAM menyarankan agar pemerintah daerah Jakarta mempertimbangkan fasilitas sosial dan umum untuk masyarakat agar tidak menjadi terbatas aksesnya, akibat penggusuran yang sudah dan akan dilakukan pemerintah Jakarta. Hal itu dikatakan Taheri Noor, anggota Komnas HAM yang menangani soal penggusuran, Jumat (21/11) siang.

Selain itu, Komnas HAM juga meminta perhatian Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat dan Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah untuk membantu mengatasi masalah penggusuran itu. ?Kami minta Menko Kesra perhatian pada pemenuhan sandang pangan papan mereka (korban). Itu bagian dari hak ekonomi sosial dan budaya,? katanya.

Tim Koordinasi Mediasi Penggusuran tersebut juga membentuk tim kecil untuk mengatasi masalah yang bersifat penanganan segera, seperti penampungan sementara. Untuk penampungan, kata Taheri, sebenarnya sudah pernah ditawarkan kepada para korban untuk ditempati, yaitu di beberapa panti sosial. Namun, kata Taheri, tawaran itu ditolak warga.

Lamanya penampungan bisa ditempati pun sampai saat ini masih belum bisa diputuskan. Korban, kata Taheri, meminta waktu sampai mereka bisa kembali memiliki tempat tinggal. Namun, ujar Taheri, hal ini menyulitkan pemerintah daerah karena ketiadaan tempat.

Ada beberapa tempat yang berdasarkan hasil surveinya bersama pemerintah daerah, diilai cukup layak. Tempat yang dimaksud adalah penampungan sementara untuk transmigran atau Asrama Transito. ?Tempat itu cukup layak. Ada listrik, airnya,? katanya.

Yophiandi - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Warga Setiabudi Datangi DPRD DKI
Pengacara: Warga Tanjung Duren Bukan Liar
Preman Datangi PTUN Jakarta Timur
Menteri Diminta Ikut Tangani soal Penggusuran
Warga Tanjung Duren Bertemu Mahasiswa

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data