|
Metro
PT Thames: Kenaikan Tarif untuk Investasi
19 November 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Direktur PT Thames Pam Jaya (PT TPJ), Jhon Trew, menyatakan kenaikan tarif air minum yan rencananya diberlakukan januari 2004 mendatang sebagai konsekuensi logis untuk perbaikan investasi. Demikian diungkapkan Jhon di Hotel Inter-Coninental Jakarta, Rabu (19/11).
Menurutnya, untuk tahun anggaran 2003-2007, PT Thames merencanakan investasi di bidang ini sebesar Rp 1,065 triliun. Target tersebut tidak akan tercapai jika pihaknya tidak menaikkan tarif. Dia beralasan, sejak 1998 hingga saat ini, perusahaan pengelola air minum tersebut baru dua kali menaikkan tarif. Tahun 1998, perusahaan tersebut pernah menaikan tarif sebesar 22 persen. ?Kenaikan kedua terjadi setahun kremudian, itu pun diturunkan menjadi 18 persen,? katanya.
Dia menjelaskan, setelah kenaikan tahun 1999 itu, pihaknya belum pernah menaikkan tarif hingga 2001. ?Padahal saat itu tingkat laju inflasi sudah mencapai 160 persen,? katanya. Selama rentang waktu tersebut, kata dia, ada tarif yang tertunda untuk mengcover tingkat inflasi 160 persen itu. ?Fungsi kenaikan tarif itu nantinya untuk mengcover itu.? ujarnya. Kenaikan tarif ini, dia menambahkan, untuk mengatasi pemasukan selama tiga tahun yang tertunda.
Ditambahkan, pihaknya hingga saat ini belum memikirkan untung. ?Yang penting kita laksanakan pengembangan dan pembangunan,? tambahnya. Selain itu, lanjut dia, perusahaannya pernah mengalami kesulitan dalam hal cash flow sehingga kenaikan tarif ini sebagai sebuah keharusan.
Untuk jangka panjang, dia melanjutkan, pihak PT Thames berharap kenaikan tarif dapat diberlakukan secara berkala dengan prosentase kenaikan yang lebih rendah. Pihaknya berharap agar PAM Jaya dan Pemda DKI Jakarta dapat merampungkan mekanisme ini secepat mungkin sehingga pihaknya bisa melanjutkan investasi guna meningkatkan pelayanan bagi pelanggan.
Danto - Tempo News Room
|