|
Jakarta
60 Persen Bus Angkutan Lebaran Dilengkapi Martil
12 November 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Rustam Effendy mengatakan sekitar 60 persen bus angkutan lebaran 2003 sudah dilengkapi martil.
"Kelihatannya 60 persen sudah gunakan itu," kata Rustam kepada wartawan di sela-sela acara 'Semiloka Transportasi Makro' di Hotel Cempaka, Rabu (12/11).
Jumlah bus adalah 6.488 unit, meliputi angkutan kota dalam provinsi (AKDP) dan angkutan kota antar provinsi (AKAP). Sementara perkiraan penumpang yang naik bus mencapai 1.044 juta orang.
Menurutnya, penumpang ke luar Jakarta mencapai 2.116.925 orang ditambah yang pulang kampung menggunakan kapal laut dan pesawat. "Asumsinya naik sepuluh persen dari tahun yang lalu," ujarnya.
Untuk mengantisipasi pelanggaran yang terjadi selama arus mudik, kata Rustam, petugas loket dan karyawan bus di terminal harus menggunakan seragam sesuai dengan perusahaan masing-masing. "Supaya beda dengan calo," singkatnya.
Apabila terjadi pelanggaran, penumpang dapat melapor langsung ke posko yang disediakan di setiap terminal. Untuk yang telantar dapat lapor langsung ke kepala terminal atau meminta bantuan petugas di lapangan. Jenis pos itu terdiri dari bagian keamanan, kesehatan, dan hubungan komunikasi.
Di samping terminal resmi yang ada di Jakarta, selama lebaran disiapkan 13 terminal bantuan letaknya di luar terminal biasa. "Supaya masyarakat tidak terlalu jauh, yang dekat-dekat saja," katanya.
Mengenai tarif, Rustam mengatakan rata-rata penumpang dikenai tambahan biaya Rp 63 per kilometer dikali jarak tempuh. Tarif atas atau paling tinggi adalah Rp 76 sedangkan tarif bawah yang berlaku adalah Rp 50. Tarif ini berlaku mulai tujuh hari sebelum lebaran (H-7) sampai seminggu setelah lebaran (H+7).
Martha Warta Silaban - Tempo News Room
|