|
Jakarta
Bulog DKI: Harga Pangan Relatif Stabil
11 November 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Harga bahan makanan selama bulan puasa relatif tidak mengalami kenaikan. "Kalaupun ada peningkatan relatif tidak terlalu signifikan," ujar Hari Syahdan, Kepala Bulog Divre DKI Jakarta di gudang Bulog Sunter Timur, Selasa (11/11).
Menurut Hari, beberapa komoditas mengalami penurunan harga. "Beras Vietnam 15 persen turun sekitar 0,33 persen, gula pasir turun 0,74 persen," ujarnya. Ia menambahkan, beberapa komoditas lainnya seperti daging sapi turun 0,65 persen, ayam potong turun 0,75 persen, telur ayam ras turun 9,42 persen, bawang merah turun 5,28 persen, dan kacang tanah mengalami penurunan harga antara 2,76 persen sampai 3,15 persen.
"Kalaupun ada kenaikan itu berawal dari minggu-minggu menjelang puasa, itu pun tidak besar," kata Hari. Menurutnya, ketika bulan puasa tiba sampai sekarang harga menjadi normal kembali.
Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, kata Hari, antara lain beras jenis IR I-III mengalami kenaikan antara 0,18-1,18 persen, tepung terigu naik 0,29 persen, minyak goreng naik sekitar 1,29 persen, sedangkan cabe merah naik antara 0,35-8,58 persen.
Menurut Hari, kenaikan ini berdasarkan Peraturan Pemerintah mengenai Ketahanan Pangan terhitung masih wajar. "Kami baru akan melakukan operasi kalau kenaikan sudah mencapai 25 persen," kata dia. Gejolak yang ada di pasar saat ini masih terus dipantau oleh Bulog, baik dari segi harga maupun persediaannya.
Hari menambahkan, harga beras Vietnam 15 persen yang mengalami penurunan menunjukkan ketersediaan beras yang bersumber dari impor masih cukup melimpah. Sedangkan untuk gula pasir, pada minggu kedua puasa ini yang sebelumnya tercatat Rp 4.260 per kilogram kini turun menjadi Rp 4.229 per kilogram.
Hari mengatakan satu-satunya yang ditakutkan oleh Bulog adalah adanya hujan yang menyebabkan pendistribusian menjadi terhambat. "Ya, kalau ada hujan kita berdoa saja," katanya.
Hari mengaku mengkhawatirkan kejadian tahun lalu di mana gudang Bulog terendam banjir. Apalagi di daerah sekitarnya semakin banyak rumah-rumah penduduk maupun apartemen yang baru dibangun.
Namun, secara umum untuk DKI Jakarta, Hari menyatakan harga bahan pokok ataupun barang-barang lainnya tidak mengkhawatirkan.
Mengenai stok beras di DKI Jakarta, menurut Hari, jumlahnya 169 ribu ton di mana 126 ribu ton merupakan milik Bulog dan sisanya merupakan beras bantuan dari PBB yang tergabung dalam World Food Program (WFP). Untuk gula pasir yang tersimpan di dalam gudang Bulog hingga kini sekitar 56 ribu ton.
Anastasya Andriarti - Tempo News Room
|