|
Jakarta Pusat
Jumlah Kerugian Hero Menteng Belum Bisa Ditaksir
11 November 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pasar swalayan Hero di Jalan HOS Cokroaminoto no 92 Menteng, Jakarta Pusat, ludes terbakar Selasa (11/11) pukul 04.20 WIB. Penyebabnya diduga akibat korsleting listrik yang berasal dari blower alat pendingin ruangan yang terletak di lantai II. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 07.10 WIB. Tapi, jumlah kerugian belum bisa ditaksir.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, saat kebakaran terjadi, sebenarnya ada petugas dari satuan pengamanan yang bertugas menjaga gedung tersebut. Namun saat itu ia sedang berada di luar, sedangkan pintu Hero dalam keadaan terkunci. Akibatnya kebakaran baru bisa diketahui setelah api berkobar.
Petugas pemadam kebakaran Jakarta Pusat yang datang ke tempat kejadian tidak dapat langsung memadamkan api, karena pintu dan kerai besi, terkunci, sehingga petugas terpaksa memecahkan kaca.
Tapi di dalam gedung, api sudah sangat besar melumat semua barang-barang, produk dan elektronik. Petugas kebakaran yang mengerahkan 27 unit mobil pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang terus berkobar. Selain pasar swalayan Hero, ikut terbakar juga studio foto milik Hero, yang berjualan kamera.
Sementara itu sekitar pukul 07.00 WIB beberapa karyawan Hero tampak ke lokasi kejadian. Mereka tidak menyangka tempat kerja mereka habis dilalap api. "Kami tidak tahu apakah akan dipindah ke cabang lain atau sementara diliburkan dulu sampai Hero disini dibangun lagi," tambah seorang karyawati.
Di lokasi kebakaran telah dipasang pitan kuning polisi. Sekitar satu satuan setingkat kompi polisi dikerahkan untuk menjaga TKP.
Jalan HOS Cokroaminoto ditutup hingga pukul 11.30, hingga mengakibatkan kemacetan panjang di kawasan Menteng. Namun setelah jalan dibuka, lalu lintas kembali lancar.
Kepala Polisi Resort Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Sukrawardi Dahlan yang datang ke lokasi kejadian menyatakan belum dapat memastikan penyebab kebakaran. Tetapi dugaan sementara asal api dari blower AC yang terletak di lantai II. "Abu kebakaran akan diperiksa di Pusat Laboratiorium Forensik Markas Besar Polisi Republik Indonesia. Dari pemeriksaan itulah akan diketahui penyebab kebakaran," kata Sukrawardi Dahlan.
Kasus kebakaran tersebut ditangani Polres Jakarta Pusat dan Polsek Menteng. Hingga saat ini polisi telah memeriksa lima saksi diantaranya Alien, Manajer Hero, Ridwan, Satpam, Budi dan Udin keduanya karyawan Hero serta Ahmad, pedagang. "Mereka dibawa ke Polres untuk dimintai keterangan," katanya.
Eni Saeni - Tempo News Room
|