Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Lima Penjahat Bermodus Mobil Omprengan Diringkus
10 November 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Lima orang pelaku penipuan dengan kekerasan diringkus polisi, Senin dini hari (10/11). Penangkapan ini dilakukan di Citereup, Bogor, setelah polisi melakukan pengintaian terhadap sasaran.

Penipuan dengan kekerasan ini dilakukan dengan modus baru. Awalnya, pelaku berpura-pura menjalankan mobil omprengan dengan tujuan Jakarta (Polda) dari beberapa tempat pemberangkatan.

Dari pengakuan tersangka tempat-tempat pemberangkatan itu biasanya di daerah pinggir ibukota seperti Cimanggis, Ciracas, dan Bekasi. Setelah korban masuk dan mobil melaju, di tengah jalan para pelaku langsung menodong penumpangnya dan meminta kartu ATM sekaligus nomor PIN-nya. Segera setelah itu mobil pun melaju ke tempat ATM terdekat bersama korban. Di situ semua uang korban dikuras.

Kelima orang yang diringkus adalah Alboin Simanjutak, Angita Hutajulu alian Atom, Alvon Sihombing alias Akbal, Ledi Susianita, dan Sri Lilis Agustini. Dalam menjalankan aksinya mereka menggunakan mobil Suzuki Carry.

“Tapi mobil itu belum ditahan karena dibawa kabur oleh tersangka yang satu (selain lima orang) tadi,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mathius Salempang kepada wartawan, Senin (10/11).

Menurut Mathius, polisi melakukan operasi pemantauan ini sejak 9 oktober 2003. Tempat-tempat yang diawasi adalah area mobil omprengan mulai dari Bekasi, Kampung Rambutan, sampai Citereup.

Hal ini berdasar laporan-laporan para korban kepada polisi. Dalam pengakuanya, para tersangka telah melakukan tindak penipuan dengan kekerasan ini sebanyak sembilan kali. “Tetapi melihat barang bukti berupa 15 arloji perempuan perkiraan kita minimal ada 15 korban,” kata Mathius.

Selain jam tangan, dari pelaku juga disita empat buah HP dan belasan perhiasan emas berupa gelang, cincin, dan kalung. Tetapi berapa jumlah uang yang diambil pelaku belum bisa diketahui.

“Kapitalnya berapa belum tahu pasti karena masih dihitung. Masing-masing korban belum kita tanya satu-satu,” jelas Mathius.

Muchamad Nafi - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Bunuh Adik Tiri, Raja Pamecutan Ditahan Polisi
Lima Penjahat Bermodus Mobil Omprengan Diringkus
Ratusan Warga Tertipu Arisan Paket Lebaran
Mayat Pria Tanpa Busana di Kamar Hotel
Pria Ditemukan Tewas Setelah Menghilang Lima Hari

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data