|
Jakarta Utara
Ratusan Warga Tertipu Arisan Paket Lebaran
10 November 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Harapan sekitar 300 warga Komplek Perumahan DKI, Semper, Jakarta Utara untuk menikmati paket lebaran pupus sudah. Pasalnya, uang arisan senilai Rp 134 juta yang rencananya akan dibagikan menjelang lebaran dibawa kabur oleh penyelenggara arisan.
Ratusan warga yang rata-rata terdiri dari warga Rt 01 sampai Rt 17, Rw 03 Komplek DKI, Semper, sempat melakukan pencarian terhadap tersangka, Titin Suhartini, 42 tahun, dan Tinang, 46 tahun, yang juga Kaur Kesra Kelurahan Lubang Buaya dengan menggunakan sebuah truk. Namun hingga batas waktu yang ditentukan kedua tersangka tak juga muncul hingga warga melaporkan kasus tersebut ke Polsek Cilincing.
Dua tersangka yang mendengar dicari-cari warga akhirnya menyerahkan diri ke Polsek Cipayung, Jakarta Timur. Karena lokasi kejadiannya berada di wilayah Polsek Cilincing kasusnya dilimpahkan ke Polsek tersebut.
Salah seorang korban, Ny Nining, 36 tahun, mengaku tergiur mengaku arisan paket lebaran tersebut karena dengan menyerahkan setoran Rp 2.000 per hari selama Desember 2002-November 2003 mereka dijanjikan akan mendapatkan Rp 600 ribu dengan sejumlah paket sembako.
Namun mereka yang dijanjikan menerima uang tersebut pada minggu pertama bulan November 2003 hingga batas waktu yang ditentukan tak ada tanda-tanda pembagian uang tersebut hingga warga resah dan mencari tersangka.
Menurut Kanitserse Polsek Cilincing, Iptu Pol Subowo, dari pengakuan tersangka, uang hasil pengumpulan arisan yang mencapai Rp 134,8 juta telah habis dipakai tersangka Tinang untuk membeli tanah seluas 175 meter persegi seharga Rp 140 juta di daerah Jatirangon, Pondok Gede.
Semula tersangka Tinang berspekulasi tanah tersebut akan dijual kembali dengan harga Rp 150 juta. Ternyata hingga batas waktu pembagian arisan, tanah tersebut tak laku juga.
Menurut Ny Nining, warga tergiur mengikuti arisan paket lebaran yang diselenggarakan oleh Ny Titin karena sebelumnya warga sudah sempat mengikuti arisan semacam itu padanya. “Tapi waktu itu warga dapat pembagian,” kata Ny Nining.
Ramidi - Tempo News Room
|