Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bekasi

Rumah Anggota FPDIP Dirusak Massa
10 November 2003

TEMPO Interaktif, Bekasi: Rumah dua anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP) di Desa Suka Danau RT 6/RW 6 Kecamatan Cikarang Barat, Minggu (9/11) sekitar pukul 17.00 WIB dirusak puluhan orang.

Dua rumah yang dirusak masing-masing dihuni oleh Beny Nelwan yang tinggal di rumah nomor 6 dan rumah nomor 136 yang ditinggali oleh Sumarno.

Puluhan orang yang bertampang seram mendatangi rumah kedua anggota FPDIP itu dengan mengendarai sepeda motor. Sepeda motor sengaja dibunyikan dengan suara meraung-raung itu diparkir di tepi jalan raya.

Raungan sepeda motor itu sempat memancing perhatian warga yang kebetulan berada di sekitar rumah Beny dan Sumarno. “Lalu mereka masuk ke gang menuju rumah bapak,” ujar saksi mata di tempat kejadian.

Menurut dia, sebagian massa yang datang berteriak-teriak menantang kedua anggota FPDIP yang dinilai tidak setia kepada calon Bupati Bekasi Wikanda yang dikalahkan oleh pasangan Saleh Manaf dan Solihin Sari, saat pemilihan kepala daerah Senin, (3/11) lalu.

“Sebagian pakai seragam hitam-hitam. Ciri-cirinya pakai seragam anggota FPDIP,” kata saksi mata yang mengaku lekas menutup pintu warung karena takut.

Kekhawatiran warga akan terjadinya aksi kekerasan pun terjadi. Puluhan orang yang datang itu langsung menyeruak ke rumah Beny dan Sumarno sambil terus berteriak menantang.

Suprapti, 31 tahun, pembantu rumah tangga Beny kepada Tempo News Room mengatakan saat dirinya tengah memasak di dapur dikejutkan oleh suara teriakan dari luar rumah.

“Beny, Beny keluar kau pengkhianat,” kata Suprapti menyerukan teriakan puluhan orang. Tidak lama kemudian, terdengar suara kaca pecah. Setelah dilihat, ternyata kaca jendela sudah dalam keadaan pecah berantakan. “Karena di lempar pakai batu,” kata pembantu rumah tangga yang sudah bekerja selama 10 bulan itu.

Bahkan puluhan orang yang tidak dikenal itu juga melempari pintu rumah yang terbuat dari kayu, dengan menggunakan pecahan genting. “Karena takut saya nggak berani keluar,” tutur Suprapti.

Saat perusakan terjadi, Beny sedang tidak berada di rumah. “Bapak pergi dari kemarin (Sabtu, 8/11) sama keluarga. Dia juga membawa baju ganti,” kata Suprapti dengan logat Jawa yang kental.

Sementara itu, di rumah nomor 136 yang dihuni oleh Sumarno juga mengalami hal yang sama, namun tidak sampai menimbulkan kaca pecah. Menurut keterangan petugas polisi Sujana yang bertugas menjaga kediaman anggota FPDIP yang dituding berkhianat itu, puluhan orang sempat menggedor-gedor pintu rumah. “Plat nomor rumah juga dicabut,” kata dia.

Namun puluhan orang itu tidak dapat menemui orang yang dicari karena Sumarno saat itu sedang tidak berada di rumah sejak Selasa (4/11) lalu.

“Pas orang-orang tadi datang saya belum bertugas di sini,” kata Sujana yang didampingi dua orang petugas polisi lainnya. “Saya juga tidak tahu ke mana perginya Pak Sumarno,” tambah dia.

Di kediaman Sumarno sudah dijaga aparat keamanan sejak Selasa (4/11). “Kami diminta Pak Beny Nelwan untuk jaga di sini,” kata Sujana.

Dari pengamatan, kedua rumah anggota FPDIP yang sempat dikabarkan telah diculik sebelum pemilihan kepala daerah itu masing-masing dijaga oleh tiga orang aparat keamanan yang dilengkapi senjata api.

Di kediaman masing-masing rumah anggota Dewan itu sampai berita ini diturunkan, pukul 02.00 WIB tidak tampak seorang anggota keluarga kedua korban tersebut.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor Cibitung Ajun Komisaris Polisi Hotman Sirat saat dimintai keterangan membenarkan peristiwa pengerusakan kedua rumah anggota Dewan.

“Tapi nggak usah dibesar-besarkan,” kata Hotman. Lebih lanjut Hotman juga mengatakan sampai sejauh ini pihak kepolisian masih berupaya mengusut latar belakang pengerusakan itu.

Siswanto – Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Tamsil Linrung Resmi Keluar dari PAN
Rumah Anggota FPDIP Dirusak Massa
Presiden PKS Serukan Pertemuan Elite Partai
Beberapa Politisi Islam Gelar Pertemuan
PPP Tolak Ide Konvensi Partai Islam

 
Berita jakarta Lainnya

Direksi Prudential Akan Diadukan Ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 21:53 WIB)
Warga SLTPN 56 Tetap Bertahan
(Rabu, 28/04/2004 | 19:40 WIB)
Pemda DKI Jakarta Laporkan Nurlaila ke Polisi
(Rabu, 28/04/2004 | 17:56 WIB)
RSCM Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
(Rabu, 28/04/2004 | 14:19 WIB)
Danareksa Minta Hacker KPU Selesaikan Kontrak Kerja
(Selasa, 27/04/2004 | 19:35 WIB)
Ratusan Pedagang Pasar Baru Bekasi Bingung
(Selasa, 27/04/2004 | 17:12 WIB)
Joki Three in One Modus Baru Kejahatan
(Selasa, 27/04/2004 | 17:01 WIB)
90 Persen PDAM ‘Sakit’ Akan Diprivatisasi
(Selasa, 27/04/2004 | 16:18 WIB)
500 Karyawan Prudential Unjuk Rasa di PN Pusat
(Selasa, 27/04/2004 | 15:40 WIB)
Berkas Pemalsuan KTP Gunawan Dilimpahkan
(Selasa, 27/04/2004 | 15:12 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data