|
Bekasi
Lima Kontrakan Dilalap Api
09 November 2003
TEMPO Interaktif, Bekasi:Lima kontrakan yang dihuni keluarga buruh bangunan di Kampung Pasir Konci Rt 16/04 Pasir Sari, Cikarang Selatan ludes dilalap amukan api, Minggu dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Kerugian akibat kebakaran sampai sejauh ini belum dapat ditaksir.
Menurut keterangan Ujang, 32 tahun, api pertama kali muncul dari rumah kontrakan nomor lima. Saat api telah menyala, dia mengaku sedang menonton televisi di rumah nomor satu. Tidak lama kemudian, listrik di seluruh rumah kontrakan yang berderet itu tiba-tiba padam.
Pemadaman listrik itu membuat keadaan menjadi gelap gulitan sehingga seluruh penghuni rumah menjadi panik. Sementara, api yang berasal dari rumah nomor lima tadi terus merembet ke bagian rumah lainnya sehingga sebagian besar penghuni tidak sempat menyelamatkan seluruh harta benda di rumah masing-masing.
Kobaran api yang terjadi pada dini hari menjelang waktu umat muslim bersahur itu, kontan membangunkan warga yang tinggal di sekitar rumah kontrakan itu. Masing-masing pemilik rumah dan warga sekitar berupaya memadamkan api. Sebagian warga juga ada yang menghubungi dinas kebakaran setempat.
Namun demikian, satu buah mobil dinas kebakaran yang datang setengah jam kemudian ternyata tidak mampu mejinakkan amukan api. Kebakaran itu tidak sampai merenggut korban jiwan, namun, menghanguskan lima rumah kontrakan berukuran semi permanen beserta seluruh perabotnya.
Kejadian kebakaran kemudian dilaporkan ke Kepolisian Sektor Lemah Abang. Menurut keterangan Inspektur Satu Rizal Maritu, penyebab terjadinya kebakaran tersebut sampai sejauh ini belum dapat diketahui. Namun, pihak kepolisian masih akan tetap melakukan penyelidikan.
Sebelumnya, kebakaran juga terjadi di dua rumah kontrakan. Masing-masing kontrakan di blok 8 dan 9 di Jalan Delima Timur Rt 01/26 Kelurahan Pengasinan Rawalumbu ludes dilalap si jago merah, Jumat (7/11) sekitar pukul 10.35 WIB.
Kontrakan nomor 8 dihuni oleh Sunardi,35 tahun, sedangkan nomor 9 dihuni oleh Endang, 45 tahun. Pemilik kontrakan nomor 8 bernama Sukiran, 45 tahun, dan nomor 9 bernama Maya, 50 tahun.
Informasi yang diperoleh menyebutkan kebakaran itu bermula dari bocah bernama Opik, 3 tahun yang tinggal di rumah nomor delapan. Opik yang masih lugu itu memainkan korek api di atas kasur kamar bagian belakang rumah.
Diduga bocah itu menyulut kain kasur itu sehingga api merembet ke bagian atap. Opik sendiri akhirnya dapat diselamatkan oleh ayahnya, Sunardi. Namun, api yang telah membakar kasur kapuk itu makin membesar.
Siswanto - Tempo News Room
|