|
m
Angka Penjualan Diprediksi Meningkat Usai Lebaran
08 November 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta:Angka penjualan barang-barang elektronik di Pasar Glodok, Jakarta Pusat, selama bulan puasa memang menurun. Namun beberapa pedagang yakin angka penjualan itu akan meningkat atau kembali nromal dua minggu setelah Lebaran dan terus bertambah memasuki Januari.
Setidaknya, itulah keyakinan beberapa pedagang di sana. Inggrid, pemilik toko barang elektronik di Harco Glodok lantai 2, salah satunya. Menurut Inggrid, di bulan puasa ini pelanggan tetap ada, tetapi jumlahnya sedikit. Kalau pun ada, biasanya membeli dalam partai besar. Satu permintaan bisa sampai 20 unit. Menurut taksirannya, di bulan puasa ini orang kemungkinan lebih tertarik membeli pakaian dibandingkan dengan barang elektronik.
Dia menjual Handy Talky. Satu HT yang termurah harganya Rp 600 ribu, yang termahal Rp 1.050 ribu. Inggrid menambahkan, biarpun penjualan sepi tetapi dirinya masih bisa mendapatkan keuntungan. Dia tidak mau menyebutkan keuntungan yang didapat.
Perempuan keturunan Tionghoa ini juga menambahkan, jika terjadi kerusuhan, permintaan akan HT meningkat. Menurut dia, saat seperti itu orang-orang pasti ingin mendengar kabar lewat HT atau untuk sekedar berjaga-jaga di komplek rumah mereka. "Tetapi kerusuhan itu tidak saya harapkan," kata Inggrid. Dia sudah berjualan di sini sejak 1992.
Leo, 29 tahun, yang berjualan di Pasar Glodok Harco lantai dasar blok C memberikan pendapat senada. "Tapi dua minggu setelah Lebaran akan stabil," kata pria 29 tahun yang menjual barang elektronik seperti TV, VCD, DVD dan Sound System. Dia menambahkan, keuntungan yang didapat di bulan puasa ini masih cukup untuk menutup biaya sewa toko, karyawan dan lain-lain.
Reni Chairani - Tempo News Room
|